KARIMUN | WARTA RAKYAT – Upaya menumbuhkan budaya literasi sejak usia dini terus dilakukan Polsek Meral Polres Karimun melalui inovasi Kargo Baca, sebuah sepeda yang dimanfaatkan sebagai perpustakaan keliling dengan membawa beragam buku bacaan anak, buku pelajaran hingga cerita edukatif.
Inovasi tersebut kembali hadir dalam kegiatan yang dilaksanakan Bhabinkamtibmas Kelurahan Darussalam, Aipda Samson Tarigan, di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Karimun, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan turut dihadiri Bunda Literasi Kabupaten Karimun Siti Rojiah Iskandarsyah, Ibu Wakil Bupati bersama Pokja PPK Kabupaten Karimun, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Karimun Chaironi.
Kapolsek Meral AKP Wardi Purbowo mengatakan, Kargo Baca merupakan bagian dari upaya kepolisian mendekatkan anak-anak dengan dunia literasi sekaligus menghadirkan sosok polisi dalam ruang yang positif dan edukatif.
“Kami ingin polisi hadir sebagai sahabat anak. Melalui Kargo Baca, kami mendorong anak-anak gemar membaca, mendapatkan informasi positif dan memiliki wawasan yang lebih luas,” ujarnya.
Menurutnya, kebiasaan membaca perlu dibangun sejak dini karena literasi bukan hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga menjadi pintu bagi anak untuk mengenal pengetahuan, mengembangkan daya pikir dan membentuk karakter.
Kapolres Karimun, AKBP Yunita Stevani mengapresiasi inovasi Kargo Baca yang dinilai mampu menggabungkan tugas pelayanan kepolisian dengan kepedulian terhadap pendidikan dan perkembangan anak.
“Literasi adalah investasi untuk masa depan. Kami akan terus mendorong kegiatan positif yang memberikan manfaat nyata bagi anak-anak dan masyarakat,” tegasnya.
Kargo Baca sekaligus memperlihatkan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat dapat diwujudkan melalui langkah sederhana dengan dampak yang panjang.
Dari sebuah sepeda yang membawa buku, tumbuh harapan untuk melahirkan generasi Karimun yang lebih gemar membaca, berpengetahuan luas dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Melalui inovasi tersebut, Polisi Sahabat Anak tidak berhenti sebagai slogan, melainkan diterjemahkan menjadi aksi nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya dalam membangun fondasi literasi generasi muda sejak dini. (Nov)






