Bintan Siapkan Tiga Desa Pilot Project Inovasi ‘#MenjangkauSemua: Desa Melek Digital’

Mohammad Ami Roffian mempresentasikan proyek perubahan “Desa Melek Teknologi” di hadapan penguji dan Bupati Bintan Roby Kurniawan dalam PKN Tingkat II di BPSDM Jawa Tengah di Gedung Seminar Merapi, BPSDM Jawa Tengah, Kota Semarang, Jumat (02/10). F ; Diskominfo Bintan

BINTAN | WARTA RAKYAT – Bupati Bintan, Roby Kurniawan, hadir dalam Seminar Proyek Perubahan pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II (PKN Tk. II) Angkatan XXVIII BPSDM Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026. Dalam kesempatan tersebut, Roby bertindak langsung sebagai mentor bagi Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bintan, Mohammad Ami Roffian.

Bupati Roby menyampaikan apresiasi tinggi terhadap proyek perubahan yang digagas. Menurutnya, inovasi tersebut sangat relevan dengan kebutuhan dan tantangan geografis Kabupaten Bintan. Sebagai wilayah kepulauan, Bintan memerlukan pemerataan akses teknologi yang dibarengi dengan peningkatan literasi digital masyarakat.

“Apresiasi untuk Plt. Kadis Kominfo atas kerja keras dan semangat luar biasanya dalam melahirkan gagasan-gagasan inovatif. Semoga proyek perubahan ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan daerah dalam mewujudkan visi Bintan Juara,” ujar Roby usai seminar di Gedung Seminar Merapi, BPSDM Jawa Tengah, Kota Semarang, Jumat (02/10).

Dalam seminar tersebut, Ami Roffian memaparkan Proyek Perubahan (Proper) bertajuk #MenjangkauSemua: Desa Melek Digital, Membangun Bintan dari Desa. Laporan ini menekankan pentingnya kesiapan kawasan pedesaan dalam memanfaatkan teknologi digital—baik untuk kehidupan sehari-hari, efisiensi pelayanan pemerintah desa, maupun pengembangan potensi lokal.

“Proper ini tidak hanya berbicara tentang penyediaan akses dan jaringan internet semata. Hal mendasar yang ingin kita bangun adalah desa yang memiliki akses teknologi digital lengkap dengan masyarakatnya yang cakap dan mampu memanfaatkan teknologi tersebut,” terang Ami.

Sebagai langkah awal, proyek percontohan (pilot project) ini akan diterapkan di tiga desa, yaitu Desa Numbing, Desa Mapur, dan Desa Malang Rapat. Ketiga desa ini dipilih untuk memetakan kebutuhan nyata di lapangan, mulai dari keandalan jaringan, volume kebutuhan internet, hingga tingkat kesiapan pemerintah desa setempat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses