KARIMUN | WARTA RAKYAT – Pemerintah Kabupaten Karimun terus menunjukkan keseriusan dalam menggenjot pembangunan infrastruktur guna mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Namun, di balik ambisi pembangunan tersebut, Pemerintah Daerah menegaskan bahwa keberhasilan setiap proyek strategis sangat bergantung pada sinergi harmonis antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karimun, Ir. Raja Machrizal, mengungkapkan bahwa setiap kebijakan pembangunan yang dirancang oleh pemerintah daerah pada dasarnya merupakan dedikasi untuk kesejahteraan masyarakat luas.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen untuk menanggalkan sekat-sekat perbedaan dan bersatu mendukung kelancaran proses pembangunan.
Hal ini disampailannya saat peluncuran proyek peningkatan jalan Coastal Area menuju Pamak Laut, Kecamatan Tebing, oleh Bupati Karimun, Ing Iskandarayah, Minggu (19/7/2026).
Proyek ini telah resmi berkontrak per 10 Juli 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp9,5 miliar.
Pembangunan ini akan dilakukan secara bertahap. Pada tahun ini, pemerintah menargetkan penyelesaian sepanjang 1.350 meter dengan pengerjaan pengaspalan sepanjang 336 meter.
Dalam pandangan Raja Machrizal, manfaat pembangunan hanya akan terasa optimal apabila proses pelaksanaannya didukung oleh ekosistem yang kondusif.
Ia menekankan bahwa sinergi bukan sekadar retorika, melainkan kebutuhan mendasar dalam mengawal setiap jengkal pembangunan di wilayah Kabupaten Karimun.
“Tentunya, manfaat pembangunan sangat membutuhkan sinergi antara masyarakat dan pemerintah daerah. Kami mengharapkan dukungan dari segala lini, baik media, para LSM, hingga seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mengawal kelancaran proyek ini dan proyek-proyek pembangunan lainnya,” ujar Raja Machrizal.
Ia menambahkan bahwa tujuan utama dari setiap program yang diinisiasi pemerintah daerah adalah untuk memberikan nilai tambah sebesar-besarnya bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa maksud baik dari pemerintah daerah ini benar-benar terwujud menjadi manfaat yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.
Selain aspek kesejahteraan sosial, Raja Machrizal juga menyoroti korelasi erat antara stabilitas situasi di lapangan dengan keberhasilan menarik minat investor ke daerah.
Menurutnya, citra Karimun sebagai destinasi investasi yang menarik sangat bergantung pada kondusivitas wilayahnya.
“Kita harus memahami bahwa untuk mewujudkan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan, kita mutlak membutuhkan suasana yang kondusif. Stabilitas ini adalah kunci. Jika kita mampu menjaga situasi tetap kondusif, maka kepercayaan investor akan tumbuh, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada percepatan ekonomi daerah,” tegas Kepala Dinas PUPR tersebut.
Melalui pendekatan kolaboratif ini, Pemerintah Kabupaten Karimun optimis bahwa akselerasi infrastruktur tidak hanya akan mengubah wajah kota menjadi lebih modern dan fungsional, tetapi juga menjadi magnet bagi investasi yang akan membuka lebih banyak peluang kerja serta meningkatkan daya saing daerah di kancah yang lebih luas. (Nov)






