KARIMUN | WARTA RAKYAT – Memasuki babak baru pembangunan Kabupaten Karimun, Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, menekankan pentingnya fondasi utama dalam memajukan daerah sebuah keyakinan yang dipadukan dengan persatuan.
Bupati menyampaikan visi besar pemerintahannya yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, melainkan juga penguatan karakter masyarakat yang berbudaya serta memiliki adab yang tinggi.
“Saya dan Pak Wakil Bupati ingin membangun kekuatan Karimun, namun yang terpenting adalah keyakinan terlebih dahulu. Kita harus bersatu padu dan kompak. Jangan mudah termakan isu yang tidak benar (telinga tipis). Mari kita buktikan bahwa masyarakat Karimun adalah orang-orang yang berbudaya, yang menjunjung tinggi adat dan adab,” tegas Ing Iskandarayah.
Hal ini disampailannya saat peluncuran proyek peningkatan jalan Coastal Area menuju Pamak Laut, Kecamatan Tebing, oleh Bupati Karimun, Ing Iskandarayah, Minggu (19/7/2026).
Proyek ini telah resmi berkontrak per 10 Juli 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp9,5 miliar.
Pembangunan ini akan dilakukan secara bertahap. Pada tahun ini, pemerintah menargetkan penyelesaian sepanjang 1.350 meter dengan pengerjaan pengaspalan sepanjang 336 meter.
Bupati menyoroti bahwa di era informasi yang sangat cepat saat ini, tantangan terbesar bukanlah fisik pembangunan, melainkan menjaga kualitas karakter masyarakat.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam berinteraksi dan mengedepankan musyawarah jika terjadi kendala di lapangan.
“Kadang kita punya budaya, tapi mungkin lupa dengan adab. Ini yang harus kita perbaiki ke depan. Jika ada persoalan, sampaikanlah kepada perangkat daerah terkait, baik itu kepada Camat, Lurah, atau langsung kepada kami. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus kompak dalam membangun Karimun yang maju, sejahtera, dan berbudaya,” ujarnya dengan nada persuasif.
Lebih lanjut, Ing Iskandarayah memaparkan dua pilar utama dalam kepemimpinannya.
Ia mengakui bahwa tantangan pengangguran masih menjadi fokus pemerintah, meski tren positif mulai terlihat dalam dua tahun terakhir.
“Sejak 2024 hingga 2026, kita telah melihat perubahan. Sekitar 5.000 orang telah terserap ke dunia kerja, namun kami sadar angka pengangguran masih ada. Oleh karena itu, tugas utama saya dan Wakil Bupati ada dua: membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), termasuk memberdayakan sektor UMKM agar para pelaku usaha kita bisa naik kelas,” paparnya.
Sebagai upaya nyata dalam menekan angka pengangguran, Pemerintah Kabupaten Karimun tidak hanya berfokus pada pasar tenaga kerja lokal, namun juga membuka akses seluas-luasnya ke pasar global.
Bupati berkomitmen memberikan dukungan penuh bagi putra-putri Karimun yang ingin mengembangkan karier di luar negeri.
“Kami terus mendorong anak-anak muda kita untuk berani bersaing di kancah internasional. Kalau ada yang ingin bekerja di Jepang, Jerman, Malaysia, atau Singapura, kami dukung sepenuhnya. Itu adalah bagian dari langkah kita untuk memastikan anak-anak kita mendapatkan peluang terbaik,” pungkas Ing Iskandarayah.
Dengan semangat kebersamaan dan arah kebijakan yang terukur, Bupati optimistis bahwa Karimun akan mampu bangkit menjadi daerah yang tidak hanya unggul secara ekonomi, tetapi juga kokoh dengan nilai-nilai luhur dan adab masyarakatnya. (Nov)






