Bupati Ing Iskandarsyah Siapkan Investasi Strategis Rp360 Triliun

Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah. (Foto: Nov)

KARIMUN | WARTA RAKYAT – Pemerintah Kabupaten Karimun di bawah kepemimpinan Bupati Ing Iskandarsyah terus melakukan langkah terobosan untuk meningkatkan daya saing daerah.

Fokus utama pemerintah kini tertuju pada penguatan fondasi ekonomi melalui dua pilar strategis, yakni optimalisasi kemitraan industri dan perluasan cakupan Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas (Free Trade Zone/ FTZ).

Bacaan Lainnya

Bupati Ing Iskandarsyah menegaskan bahwa pemerintah daerah tengah merancang skema kebijakan yang bertujuan untuk memicu perputaran modal (trigger keuangan) demi menstimulasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif di seluruh wilayah Kabupaten Karimun.

Langkah konkret pertama yang dilakukan pemerintah adalah memperkuat kolaborasi dengan PT Timah. Bupati mengonfirmasi bahwa Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) telah resmi diteken, sebagai pintu masuk bagi penguatan ekonomi sektor pertambangan dan industri terkait.

“Kami merancang kekuatan ekonomi daerah, salah satunya melalui kerja sama dengan PT Timah. Alhamdulillah MoU sudah tercapai. Fokus kami tidak hanya di satu titik, melainkan menyebar secara merata. Kami akan menggeser dan memperluas cakupan pembangunan ke Pulau Kundur,” ujar Ing Iskandarsyah, Minggu (19/7/2026).

Bupati menegaskan bahwa komitmen pemerataan ini akan menyentuh seluruh wilayah, termasuk Moro dan daerah lainnya. Ia memastikan bahwa setiap pulau di Kabupaten Karimun akan mendapatkan perhatian pembangunan yang proporsional sesuai dengan perencanaan strategis daerah.

Pilar kedua yang menjadi fokus utama pemerintah adalah penguatan kawasan Free Trade Zone (FTZ) yang mencakup perdagangan, pelabuhan, hingga sektor pelancongan bebas.

Saat ini, pemerintah sedang mematangkan persiapan investasi untuk pengembangan kawasan Karimun Anak dan Pongkar.

“Kami tengah menyiapkan skema investasi besar di Karimun Anak dan Pongkar. Jika proyek ini terealisasi sepenuhnya, insyaallah akan ada modal masuk senilai kurang lebih Rp360 triliun,” ungkap Bupati dengan nada optimistis.

Lebih jauh, Bupati menjelaskan bahwa dampak ekonomi dari investasi berskala masif tersebut diproyeksikan akan membuka peluang kerja yang sangat luas bagi masyarakat lokal.

“Dampaknya sangat signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Kita memproyeksikan sekitar 50.000 orang tenaga kerja dapat terserap nantinya.
Inilah tujuan utama kami, yakni membuka lapangan kerja seluas-luasnya untuk anak negeri,” pungkas Ing Iskandarsyah.

Dengan strategi dual track yang mengedepankan kemitraan industri dan optimalisasi kawasan FTZ, Pemerintah Kabupaten Karimun optimis dapat mengubah wajah ekonomi daerah menjadi lebih dinamis, kompetitif, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok pulau. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses