Moro Dibidik Jadi Poros Ekonomi Maritim Karimun, Bupati Ing Iskandarsyah Genjot Galangan Kapal dan Ekspor Perikanan

Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah pada acara Bakti Sosial Pengobatan Gratis dalam rangka Hari Jadi ke-27 Kabupaten Karimun yang digelar UPT Puskesmas Moro bersama Yayasan Kasih Mulia Persada Indonesia (YKMPI) di UPT Puskesmas Moro, Sabtu (3/10/2026). FOTO: Nov/WARTA RAKYAT

KARIMUN | WARTA RAKYAT — Momentum Bakti Sosial Pengobatan Gratis dalam rangka Hari Jadi ke-27 Kabupaten Karimun dimanfaatkan Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, untuk menegaskan arah pembangunan strategis Kecamatan Moro, dengan sektor kelautan, industri galangan kapal, dan ekonomi biru sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Kegiatan yang digelar UPT Puskesmas Moro bersama Yayasan Kasih Mulia Persada Indonesia (YKMPI) di UPT Puskesmas Moro, Sabtu (3/10/2026), tidak hanya menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang penyampaian visi pembangunan kawasan pesisir.

Bacaan Lainnya

Sejumlah Pimpinan OPD Pemerintah Kabupaten Karimun turut hadir pada kesempatan tersebut.

Bupati Ing Iskandarsyah menegaskan, pemerintah daerah mendorong percepatan pengembangan industri shipyard atau galangan kapal di Moro, sebagai langkah membuka lapangan kerja dan memperluas kesempatan masyarakat untuk bekerja di daerah sendiri.

Rencana tersebut bukan tanpa sejarah. Inisiatif pengembangan galangan kapal pernah dirintis pada 2015–2016 di Pulau Moro Kecil, namun belum terealisasi akibat kendala ketersediaan lahan.

“Potensi Moro sangat besar. Kita ingin sektor kelautan dan industri galangan kapal berkembang, sehingga masyarakat memiliki kesempatan bekerja dan meningkatkan kesejahteraan tanpa harus meninggalkan kampung halamannya,” ujar Bupati Ing Iskandarsyah.

Menurutnya, posisi Kabupaten Karimun dalam kawasan Free Trade Zone (FTZ) menjadi salah satu keunggulan strategis untuk mendorong investasi dan pengembangan industri.

Khusus Moro, pemerintah mengarahkan penguatan ekonomi biru (blue economy), dengan mengoptimalkan potensi perikanan, pengolahan hasil laut, serta aktivitas ekonomi maritim.

Potensi tersebut mulai menunjukkan hasil nyata. Ekspor udang sebanyak 8 ton ke Malaysia menjadi salah satu indikator bahwa komoditas kelautan Moro memiliki peluang untuk menembus pasar internasional.

Tak berhenti pada sektor maritim, potensi pertanian turut menjadi perhatian. Produksi padi di Moro diperkirakan mencapai 3–4 ton per hektare, membuka ruang penguatan sektor pangan dan ekonomi produktif masyarakat.

Di sisi lain, peningkatan kualitas sumber daya manusia tetap menjadi bagian penting agenda pembangunan melalui dukungan program beasiswa pendidikan bagi anak-anak daerah.

“Pembangunan Moro tidak cukup hanya bertumpu pada potensi sumber daya alam. Kesehatan, pendidikan, investasi, dan penciptaan lapangan kerja harus berjalan beriringan,” ujar Bupati Ing Iskandarsyah.

Bakti sosial pengobatan gratis yang digelar bersama YKMPI menjadi cerminan kolaborasi sosial yang diharapkan mampu memperkuat kualitas hidup masyarakat sekaligus menumbuhkan optimisme terhadap masa depan daerah.

Dari pelayanan kesehatan hingga penguatan industri maritim, Moro diproyeksikan menjadi salah satu simpul pertumbuhan ekonomi baru Kabupaten Karimun. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses