KARIMUN | WARTA RAKYAT — Dari pesisir Moro, komoditas kelapa yang selama ini menjadi bagian dari denyut ekonomi masyarakat kini mengambil langkah lebih jauh.
Kopra produksi daerah mulai menembus pasar internasional, menandai babak baru bagi pengembangan potensi agribisnis sekaligus penguatan ekonomi masyarakat Kabupaten Karimun.
Momentum tersebut ditandai dengan ekspor perdana kopra oleh PT Moro Maju Sejahtera pada Jumat (21/8/2026). Sebanyak 26 ton kopra dikirim ke pasar luar negeri, menjadi bukti bahwa produk masyarakat dari wilayah kepulauan tidak hanya memiliki nilai ekonomi lokal, tetapi juga mampu bersaing di pasar global.
Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, hadir dalam kegiatan tersebut sekaligus memfasilitasi pertemuan antara pelaku usaha dengan sejumlah pemangku kepentingan.
Pemerintah daerah menghadirkan Bea Cukai dan Balai Karantina untuk memastikan berbagai persyaratan, prosedur, hingga kebutuhan teknis ekspor dapat dipenuhi secara optimal.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Karimun untuk membangun ekosistem usaha yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga memberikan kemudahan bagi pelaku usaha dalam memperluas akses pasar.
“Pemerintah harus hadir untuk memberikan fasilitasi dan membuka ruang kolaborasi. Kita ingin pelaku usaha di daerah tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga mampu membawa produknya menembus pasar luar negeri,” ujar Bupati Iskandarsyah.
Menurutnya, ekspor perdana kopra dari Moro memiliki arti strategis karena menunjukkan bahwa potensi ekonomi daerah dapat dikembangkan menjadi kekuatan baru yang memberikan dampak langsung terhadap masyarakat.
Yang lebih penting, ekspor tersebut bukan sekadar momentum seremonial. PT Moro Maju Sejahtera telah menyiapkan keberlanjutan pengiriman.
Pada September mendatang, perusahaan tersebut direncanakan kembali mengirim empat kontainer kopra ke pasar internasional.
Bagi Iskandarsyah, keberlanjutan aktivitas ekspor menjadi kunci agar potensi komoditas daerah benar-benar mampu menciptakan rantai ekonomi yang panjang, mulai dari petani, pengumpul, pengolahan, tenaga kerja, hingga pelaku usaha dan sektor pendukung lainnya.
Ia pun memberikan apresiasi terhadap PT Moro Maju Sejahtera yang meski masih berada dalam skala UMKM, telah mampu mengambil langkah strategis dengan memasuki pasar global.
“Ini membuktikan bahwa UMKM kita memiliki peluang yang besar. Dengan pendampingan, kolaborasi dan kemudahan dari pemerintah, usaha yang tumbuh dari daerah pun bisa memiliki pasar internasional,” tegasnya.
Tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, aktivitas usaha tersebut juga memberikan dampak sosial bagi masyarakat Moro.
Saat ini, keberadaan PT Moro Maju Sejahtera telah membuka lapangan pekerjaan bagi sekitar 40 masyarakat setempat.
Kondisi itu memperlihatkan bahwa ekspor tidak semata-mata berbicara mengenai angka dan volume komoditas.
Di balik setiap kontainer yang diberangkatkan, terdapat aktivitas ekonomi masyarakat yang bergerak, kesempatan kerja yang tercipta, serta harapan agar sumber daya daerah memberikan kesejahteraan yang lebih luas.
Pemerintah Kabupaten Karimun pun mendorong agar keberhasilan ekspor kopra ini dapat menjadi pemicu bagi komoditas unggulan lainnya untuk mengikuti jejak yang sama.
Dengan posisi Karimun yang strategis di kawasan perdagangan dan jalur pelayaran internasional, penguatan komoditas lokal dinilai memiliki prospek besar apabila didukung dengan peningkatan kualitas produk, kepastian regulasi, akses pasar, serta sinergi antarlembaga.
“Target kita bukan hanya bagaimana produk keluar dari Karimun, tetapi bagaimana produk tersebut memiliki nilai tambah dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Kalau usaha tumbuh, lapangan kerja bertambah, maka kesejahteraan masyarakat juga ikut meningkat,” kata Iskandarsyah.
Dari Moro, langkah itu kini dimulai. 26 ton kopra telah menjadi pembuka jalan menuju pasar dunia, sementara empat kontainer yang direncanakan berangkat pada September mendatang menjadi sinyal bahwa ekspor komoditas daerah bukan lagi sekadar peluang, melainkan mulai menjadi aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.
“Keberhasilan tersebut menjadi pesan penting, yakni potensi daerah tidak boleh berhenti sebagai kekayaan alam, tetapi harus diolah menjadi kekuatan ekonomi yang mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat. Dan dari Moro, hasil bumi Karimun kini mulai berbicara kepada dunia,” pungkas Bupati Iskandarsyah. (Nov)






