KARIMUN | WARTA RAKYAT – Insiden pemadaman listrik total (blackout) yang melanda Pulau Karimun memberikan tantangan tersendiri bagi PT PLN (Persero).
Krisis kelistrikan yang bermula dari kebakaran material kubikel lemari bagi jaringan Tegangan Menengah (TM) di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Bukit Carok pada Senin sore, 20 Juli 2026, sekitar pukul 17.00 WIB, sempat memicu pemadaman bergiliran di berbagai wilayah.
Menanggapi situasi darurat tersebut, pihak manajemen PLN langsung mengerahkan langkah taktis berskala besar untuk memulihkan sistem kelistrikan secara cepat dan terukur.
Manager PT PLN (Persero) UP3 Tanjungpinang, Rully Agus Widanarto, mengungkapkan bahwa gangguan masif ini merupakan sebuah kejadian di luar proyeksi normal perusahaan.
Berbeda dari kendala teknis yang lazim dihadapi sebelumnya, akar permasalahan kali ini justru bergeser ke sektor infrastruktur penyaluran.
”Memang semua terjadi di luar dugaan kita karena memang selama ini yang menjadi masalah biasanya di sisi pembangkit, tapi ternyata kok sekarang di sisi penyalurannya, di sisi gardu hubungnya,” ujar Rully, Jumat (24/7/) sore di Karimun.
Kendati pemulihan bertahap terus digeber di lapangan, pihak PLN menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas pemicu utama insiden ini agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
”Kali ini kami juga lagi juga mempelajari penyebab utamanya di mana masih juga diuji,” pungkas Rully.
Melalui langkah taktis penanganan darurat serta penguatan sistem proteksi jaringan yang tengah berjalan, PLN optimis stabilitas pasokan energi bagi masyarakat Kabupaten Karimun dapat segera kembali normal secara menyeluruh. (Nov)






