KARIMUN | WARTA RAKYAT — Pemerintah Kabupaten Karimun menaruh perhatian serius terhadap penguatan pelayanan air bersih melalui pembenahan kinerja dan infrastruktur PDAM Tirta Mulia Kabupaten Karimun.
Hal itu mengemuka dalam exit meeting audit pengawasan pelayanan PDAM Tirta Mulia bersama BPK Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati Karimun, Senin (14/9/2026) siang.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Karimun Ing Iskandarsyah, bertemu dengan Pemeriksa dan Pengendali Teknis BPK Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau, Richard Febrianto Turnip.
Bupati Iskandarsyah menyampaikan, hasil audit berkala sejauh ini menunjukkan kinerja PDAM Tirta Mulia berada dalam kategori baik.
Menurutnya, audit tersebut penting bukan hanya sebagai proses pemeriksaan, tetapi juga menjadi instrumen evaluasi untuk mengukur sejauh mana pelayanan kepada masyarakat telah berjalan dengan baik.
“Dengan audit ini kita bisa tahu sejauh mana kita memberikan pelayanan yang terbaik buat masyarakat. Kemudian sebagai sarana evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan,” ujar Iskandarsyah.
Dalam evaluasi tersebut, pembenahan infrastruktur menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah.
Iskandarsyah mengungkapkan, sebagian jaringan pipa PDAM Tirta Mulia telah berusia sekitar 30 tahun.
Kondisi tersebut menurutnya membutuhkan perhatian, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Memperbaiki infrastruktur seperti pipa yang sebagian telah berusia 30 tahun, serta mengurai antrean pelayanan,” katanya.
Selain persoalan jaringan, pemerintah daerah juga melihat perlunya peningkatan kualitas pelayanan agar kebutuhan masyarakat terhadap layanan air bersih dapat dipenuhi secara lebih optimal.
Iskandarsyah menyatakan optimistis terhadap perkembangan PDAM Tirta Mulia. Ia menilai perusahaan daerah tersebut saat ini telah berada pada jalur yang semestinya.
“Insyaallah kami meyakini PDAM sekarang kita sudah on the track, tinggal lagi pendanaan,” tegasnya.
Namun, kebutuhan pembaruan infrastruktur membutuhkan dukungan pembiayaan yang tidak sedikit. Pengadaan pipa baru dan perbaikan saluran menjadi pekerjaan yang membutuhkan anggaran besar.
“Karena kita tahu bahwa untuk membeli pipa-pipa, memperbaiki saluran-saluran, itu butuh dana yang besar. Ini yang mau kita coba cari jalan keluar,” ujarnya.
Dari rangkaian evaluasi tersebut, persoalan PDAM Tirta Mulia kini bukan semata mengenai capaian kinerja, tetapi bagaimana mempertahankan kinerja tersebut di tengah kebutuhan pembaruan infrastruktur.
Hasil audit BPK yang menempatkan kinerja PDAM Tirta Mulia dalam kategori baik menjadi modal untuk melanjutkan pembenahan.
Namun, usia jaringan pipa dan kebutuhan anggaran besar masih menjadi tantangan dalam meningkatkan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat Karimun.
Bagi masyarakat, ukuran keberhasilan pada akhirnya bukan hanya tercermin dalam hasil audit, melainkan dari seberapa konsisten pelayanan air bersih hadir secara lancar, andal dan berkualitas. (Nov)





