KARIMUN | WARTA RAKYAT – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tanjungpinang mengambil langkah cepat guna memastikan keandalan pasokan tenaga listrik bagi masyarakat.
Langkah ini dilakukan menyusul adanya penurunan performa pada sejumlah mesin pembangkit eksisting akibat faktor usia.
Manager PT PLN (Persero) UP3 Tanjungpinang, Rully Agus Widanarto, memaparkan bahwa secara kapasitas keseluruhan, sistem kelistrikan sebenarnya memiliki daya mampu sekitar 40 megawatt (MW) yang berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) serta sekitar 11 MW dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
Secara hitungan matematis, angka tersebut mencerminkan adanya surplus daya.
Kendati demikian, kondisi riil di lapangan menunjukkan penurunan daya mampu pada banyak mesin pembangkit diesel akibat faktor usia operasional yang sudah lama (derating).
Rully menjelaskan bahwa rata-rata daya mampu mesin PLTD saat ini turun menjadi sekitar 25 MW.
Sementara itu, beban puncak kelistrikan dapat mencapai 37 MW saat kondisi cuaca panas, dengan kemampuan suplai yang berada di angka kurang lebih 36 MW.
“Jadi mesin 6 unit baru ini bukan untuk menambah, tapi mengganti mesin yang sudah derating karena usia mesinnya juga sudah lama dan performanya sudah banyak yang menurun,” ungkap Rully di Karimun, Jumat (24/7/2026) sore.
Sebagai solusi atas kendala tersebut, PLN telah mendatangkan sebanyak 6 unit mesin baru pada Senin pagi lalu sebagai pengganti mesin-mesin lama yang mengalami derating, yang menjadi prioritas utama untuk dimaksimalkan penggunaannya.
Proses instalasi fisik saat ini menunjukkan progres yang signifikan. Berdasarkan laporan per pagi hari, seluruh unit mesin termasuk panel, trafo, dan engine telah terpasang di atas fondasi.
Tahapan selanjutnya difokuskan pada pekerjaan instalasi kabel, pemipaan bahan bakar minyak (BBM), serta sistem kelistrikan pendukung lainnya.
Terkait jadwal pengoperasian, pihak penyedia dan rekanan menargetkan penyelesaian seluruh pekerjaan pada tanggal 15 Agustus 2026.
Kendati demikian, PLN menerapkan skema pengoperasian bertahap secara parsial guna mempercepat pemulihan sistem tanpa harus menunggu seluruh unit selesai serentak.
“Kalau dari schedule dari provider atau rekanan kami melaksanakan pekerjaan itu sekitar tanggal 15 baru bisa energize, tapi menunggu tanggal 15 itu sudah pasti parsial. Maksudnya kalau bisa satu operasi langsung dioperasikan, bukan menunggu tanggal 15 baru operasi semua,” jelas Rully.
Ia merinci bahwa ketika tanggal 10 nanti sudah ada satu unit yang siap, maka unit tersebut akan langsung dioperasikan. Disusul kemudian penambahan unit berikutnya pada tanggal 12 secara bertahap.
“Insyaallah di tanggal 15 itu sudah bisa operasi semua untuk keenam engine itu,” pungkasnya optimis.
Dengan progres percepatan ini, PLN UP3 Tanjungpinang berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas dan keandalan pasokan listrik demi kenyamanan seluruh pelanggan di wilayah kerja setempat. (Nov)






