Kebijakan Fakultatif Diberlakukan di Karimun, Siswa Belajar dari Rumah di Tengah Pemulihan Infrastruktur Kelistrikan

Salah satu SD di Karimun membuat pengumuman "Karena Listrik Mati/Padam Fakultatif (Belajar di Rumah)" di pagar sekolah, Rabu, 22 Juli 2026. (Foto: ist)

KARIMUN | WARTA RAKYAT — Menanggapi dampak gangguan kelistrikan yang masih dirasakan sebagian masyarakat di Pulau Karimun Besar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karimun mengambil langkah responsif dan terukur.

Mulai Rabu, 22 Juli 2026, aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bagi para siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) baik negeri maupun swasta di sekolah-sekolah yang terdampak dialihkan menjadi belajar di rumah secara fakultatif.

Bacaan Lainnya

Kebijakan ini ditempuh guna memastikan proses pendidikan tetap berjalan di tengah upaya pemulihan infrastruktur energi yang saat ini terus digenjot oleh pihak berwenang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun, Grandy Regel Tuerah, memberikan penegasan sekaligus meluruskan pemahaman di tengah masyarakat agar tidak terjadi salah tafsir terkait status kegiatan sekolah selama masa pemulihan ini.

“Bukan libur sekolah, tapi siswa belajar di rumah (fakultatif) sampai listrik betul-betul normal,” tegasnya, Rabu (22/7/2026).

Grandy menambahkan bahwa pihak Disdikbud Kabupaten Karimun belum menerbitkan Surat Edaran resmi terkait kebijakan tersebut.

Pihaknya masih terus memantau perkembangan terbaru dan berkoordinasi intensif secara berkala guna menunggu kepastian pemulihan kondisi kelistrikan secara menyeluruh di lapangan.

Krisis kelistrikan di Karimun ini bermula dari insiden kebakaran yang menghanguskan material kubikel lemari bagi jaringan Tegangan Menengah (TM) di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Bukit Carok pada Senin sore, 20 Juli 2026, sekitar pukul 17.00 WIB.

Kerusakan parah pada infrastruktur distribusi energi tersebut sempat memicu pemadaman bergiliran di berbagai wilayah.

Guna mengatasi keadaan darurat ini, langkah taktis berskala besar langsung dikerahkan.

Sebanyak 14 unit material kubikel lemari jaringan TM pengganti didatangkan secara khusus melalui jalur laut dari luar daerah.

Tak hanya itu, PLN Karimun juga memperkuat kapasitas teknis dengan mendatangkan bala bantuan tenaga ahli kelistrikan langsung dari Pekanbaru, Riau.

Berdasarkan laporan terbaru pada Rabu, 22 Juli 2026, kerja keras tanpa kenal lelah dari tim gabungan di lapangan mulai membuahkan hasil yang signifikan.

Penormalan jalur utama menunjukkan progres positif; sebanyak 6 dari total 7 penyulang kini telah kembali beroperasi, menyuplai daya sebesar 16 Megawatt (MW) dari total kebutuhan beban sebesar 36 MW.

Pemerintah daerah bersama pihak PLN terus mengoptimalkan percepatan pemulihan agar seluruh sistem kelistrikan dapat kembali normal 100 persen, sehingga aktivitas pendidikan dan sosial masyarakat dapat segera pulih sepenuhnya. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses