KARIMUN | WARTA RAKYAT — PT PLN (Persero) Unit Pelayanan Pelanggan (ULP) Tanjung Balai Karimun mengerahkan seluruh sumber daya teknis secara intensif guna mempercepat pemulihan total sistem kelistrikan di wilayah Tanjung Balai Karimun.
Langkah taktis dan terukur ini diambil menyusul gangguan infrastruktur jaringan yang terjadi pada sejumlah panel kubikel gardu pembagi di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Bukit Carok.
Insiden teknis tersebut berdampak langsung pada terganggunya penyaluran arus listrik dari beberapa mesin pembangkit serta sejumlah jalur distribusi utama ke pelanggan.
Sebagai respons cepat, tim teknik PLN berjibaku di lapangan melaksanakan serangkaian pemulihan komprehensif, mulai dari pengiriman material darurat, instalasi kabel tanah pengganti, pemasangan kubikel baru, hingga pengujian keamanan dan kelayakan teknis yang ketat.
Di tengah proses pemulihan yang masif ini, jajaran pimpinan daerah turut diprioritaskan dalam jalur komunikasi strategis.
PLN secara aktif berkoordinasi dengan Bupati dan Wakil Bupati Karimun, Ketua DPRD Karimun, serta Kapolres Karimun. Langkah transparansi informasi juga dilakukan secara masif kepada masyarakat luas, baik melalui sosialisasi langsung maupun pembaruan berkala di berbagai kanal media sosial.
Manager Unit Pelayanan Pelanggan (ULP) Tanjung Balai Karimun, Ahmad Subhan Hadi, menegaskan bahwa seluruh tim bekerja tanpa henti demi memastikan keandalan sistem dapat segera pulih sepenuhnya dengan tetap mengutamakan standar keselamatan ketat (K3).
“Kami mengerahkan seluruh tim teknik di lapangan untuk bekerja secara simultan dan terukur. Prioritas utama kami adalah keselamatan kerja sekaligus percepatan penormalan sistem agar pasokan listrik kepada masyarakat dapat kembali normal 100 persen. Kami memahami betul esensi kelistrikan bagi aktivitas harian warga, dan kami mengapresiasi tinggi kesabaran serta dukungan masyarakat Tanjung Balai Karimun selama proses pemulihan ini berlangsung,” ujar Ahmad Subhan Hadi, Rabu (22/7/2026).
Berkat kerja keras tanpa kenal lelah dari tim teknis di lapangan, progres pemulihan menunjukkan hasil yang signifikan.
Saat ini, penormalan jalur utama telah menunjukan progres positif di mana 6 dari total 7 penyulang telah kembali beroperasi dengan menyuplai daya sebesar 16 Megawatt (MW) dari total kebutuhan beban sebesar 36 MW.
Pihak manajemen PLN juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh seluruh pelanggan yang terdampak oleh insiden ini.
PLN berkomitmen untuk terus menghadirkan transparansi informasi dan memperbarui perkembangan penanganan secara berkala kepada publik hingga seluruh sistem kembali beroperasi secara optimal. (Nov)






