KARIMUN | WARTA RAKYAT – Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, mengingatkan Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XVIII Kabupaten Karimun Tahun 2026 agar menjaga integritas dan profesionalitas dalam memberikan penilaian.
Ia menegaskan, tidak boleh ada titipan, kedekatan personal maupun intervensi dari kecamatan tertentu dalam menentukan hasil perlombaan.
Pesan tegas tersebut disampaikan Ing Iskandarsyah saat membuka MTQ XVIII Kabupaten Karimun, Sabtu (7/11/2026) malam, di Astaka Utama GOR Indoor Badang Perkasa.
Menurut Bupati, kepercayaan masyarakat terhadap MTQ sangat bergantung pada objektivitas dan kejujuran Dewan Hakim.
Karena itu, setiap penilaian harus berlandaskan kemampuan peserta, kualitas bacaan, ketepatan tajwid, serta adab, bukan faktor kedekatan ataupun kepentingan tertentu.
“Dewan Hakim harus bersikap adil, jujur, dan amanah. Berikan penilaian secara objektif berdasarkan kemampuan peserta, kualitas bacaan, tajwid, dan adab. Jangan sampai ada titipan, kedekatan, ataupun intervensi dari pihak mana pun,” tegas Ing Iskandarsyah.
Bupati juga mengingatkan bahwa kemenangan bukan segala-galanya apabila harus ditempuh dengan cara yang bertentangan dengan nilai-nilai Al-Qur’an.
“Juara dan prestasi memang menjadi harapan dalam setiap perlombaan. Namun, jangan sampai keinginan meraih kemenangan menghalalkan cara yang justru bertentangan dengan nilai-nilai Al-Qur’an yang kita baca dan kita agungkan,” ujarnya.
Bupati berharap Dewan Hakim mampu menjalankan amanah secara profesional dan bijaksana sehingga hasil MTQ benar-benar mencerminkan kualitas serta kemampuan terbaik para peserta.
Lebih jauh, Ing Iskandarsyah menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar arena perebutan gelar juara, melainkan instrumen pembinaan untuk melahirkan generasi Qur’ani yang mampu membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Pembukaan MTQ XVIII ditandai dengan penyerahan piala bergilir MTQ Kabupaten Karimun dan pemukulan beduk. Mengusung tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an, dalam Harmoni Menuju Karimun yang Maju, Sejahtera dan Berbudaya”, perhelatan ini berlangsung selama lima hari, 7–11 November 2026.
Acara tersebut turut dihadiri Staf Khusus Gubernur Kepulauan Riau Bidang Kesejahteraan Rakyat, Keagamaan, serta Percepatan Pembangunan dan Investasi, Nurdin Basirun, Wakil Bupati Karimun, Rocky M Bawole, Ketua Harian LPTQ Provinsi Kepulauan Riau, Hamdarlin Umar, unsur FKPD, pimpinan OPD, anggota DPRD Kepri dan Karimun, Ketua BAZNAS, Ketua MUI, para camat, lurah, kepala desa, serta masyarakat.
Pesan Bupati Ing Iskandarsyah menjadi penegasan bahwa integritas merupakan fondasi utama penyelenggaraan MTQ.
Sebab, kompetisi yang membawa nama besar Al-Qur’an harus dijalankan dengan kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab.
Prestasi boleh diperebutkan, tetapi integritas tidak boleh diperdagangkan. (Nov)






