BINTAN | WARTA RAKYAT – Bupati Bintan, Roby Kurniawan, menyambut hangat kunjungan kerja (kunker) Bupati Jombang beserta jajaran di Ruang Rapat II Kantor Bupati Bintan, Bandar Seri Bintan, Rabu (04/11). Pertemuan strategis antarpemerintah daerah ini berfokus pada dua agenda utama, yakni pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular serta strategi peningkatan kemudahan berinvestasi di Kabupaten Bintan.
Mengawali pertemuan, Bupati Roby menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kabupaten Bintan sebagai daerah tujuan studi banding oleh Pemkab Jombang, Jawa Timur. Ia menegaskan komitmen Pemkab Bintan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang memadukan kelestarian lingkungan dan pertumbuhan ekonomi.
“Bagi Bintan, pengelolaan sampah bukan sekadar isu lingkungan, melainkan peluang ekonomi. Melalui penerapan konsep circular economy (ekonomi sirkular), kami berupaya mengubah limbah menjadi sumber daya yang berdaya guna dan bernilai tambah bagi masyarakat. Di sisi lain, hal ini beriringan dengan komitmen kami menciptakan iklim investasi yang ramah, efisien, dan transparan,” ujar Roby.
Dalam dialog tersebut, jajaran Pemkab Bintan memaparkan inovasi pengelolaan sampah daerah yang terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat lokal. Pembahasan juga mengulas model insentif serta kepastian hukum yang mampu menarik minat investor, baik lokal maupun mancanegara, untuk menanamkan modal di Bintan.
Sementara itu, Bupati Jombang, H. Warsubi, mengapresiasi keterbukaan Pemkab Bintan dalam berbagi praktik terbaik (best practices). Ia menyoroti keberhasilan Bintan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri, arus investasi, dan kelestarian lingkungan.
“Banyak hal konkret yang dapat kami pelajari dari Kabupaten Bintan, khususnya terkait efisiensi regulasi investasi serta tata kelola pemanfaatan kembali limbah domestik dan industri. Hasil kunjungan ini akan menjadi acuan penting dalam penerapan kebijakan di Kabupaten Jombang,” terangnya.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan penyerahan cenderamata antarkepala daerah, foto bersama, serta dilanjutkan dengan diskusi teknis antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dari kedua kabupaten. Kedua belah pihak berharap sinergi ini dapat memperkuat hubungan antardaerah sekaligus memacu inovasi pelayanan publik di wilayah masing-masing.






