Kelurahan Tanjung Uban Selatan Masuk Nominasi Nasional, Tim Penilai Pusat Lakukan Klarifikasi Lapangan

Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan Ronny Kartika memimpin rapat sambutan dan klarifikasi lapangan bersama Tim Penilai Lomba Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional 2026 di Ruang Rapat II Bandar Seri Bentan, Senin (2/11).F : Diskominfo Bintan

BINTAN | WARTA RAKYAT – Pemerintah Kabupaten Bintan menyambut secara resmi kedatangan Tim Penilai Klarifikasi Lapangan Lomba Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026. Kunjungan ini dilaksanakan guna melakukan verifikasi dan pengecekan langsung di lapangan atas hasil penilaian administrasi serta pemaparan yang sebelumnya telah disampaikan oleh Kelurahan Tanjung Uban Selatan, Kecamatan Bintan Utara.

Penyambutan dan rapat klarifikasi lapangan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, bertempat di Ruang Rapat II Bandar Seri Bentan, Senin (02/11). Agenda penting ini merupakan tindak lanjut dari Surat Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Nomor 100.3.3.9/6819/BPD tertanggal 29 Oktober 2026.

Keberhasilan Kelurahan Tanjung Uban Selatan melaju ke tingkat nasional untuk mewakili Provinsi Kepulauan Riau tidak terlepas dari penerapan tata kelola pemerintahan yang terintegrasi, berbagai keunggulan lokal, serta inovasi pelayanan masyarakat yang konsisten.

“Klarifikasi lapangan ini menjadi momentum strategis untuk membuktikan secara faktual kualitas pelayanan publik, inovasi lingkungan, penguatan sektor UMKM, hingga kesiapsiagaan kebencanaan di Kelurahan Tanjung Uban Selatan. Selamat datang di Kabupaten Bintan kepada Tim Penilai Pusat,” ujar Sekda Ronny Kartika saat mengawali pertemuan.

Dalam sesi penilaian tersebut, sejumlah keunggulan utama Tanjung Uban Selatan dieksplorasi secara mendalam. Di bidang tata kelola dan pelayanan publik, kelurahan ini mengandalkan pemanfaatan e-government melalui aksesibilitas kode QR (QR Code) untuk mempermudah informasi layanan serta pengaduan masyarakat.

Sementara itu, pada sektor pengelolaan lingkungan, inovasi unggulan seperti Bintan Ojek Sampah (BOS)—yang pernah meraih penghargaan tingkat nasional pada 2024—Bank Unit Sampah (BSU) Pensosmas, serta program GEBEREMAS menjadi sorotan utama tim penilai.

Tak hanya itu, Kelurahan Tanjung Uban Selatan juga mendapat apresiasi dalam pengembangan ekonomi kerakyatan dan UMKM. Hal ini diwujudkan melalui kolaborasi bersama Rumah Bazaar Kepulauan Riau serta Batik Lentera Difa yang memberdayakan penyandang disabilitas, yang semakin dikokohkan dengan kehadiran Koperasi Merah Putih.

Aspek ketangguhan wilayah dan penanganan risiko bencana di tingkat kelurahan turut menjadi indikator penting. Tanjung Uban Selatan tercatat memiliki Forum Pengurangan Risiko Bencana (berdasarkan SK Lurah Nomor 41 Tahun 2024), Satlinmas Aktif, serta penerapan Program Kampung Iklim (ProKlim).

Berbagai indikator pendukung lainnya seperti optimalisasi pelayanan dasar, posyandu, hingga pelestarian adat dan budaya turut melengkapi fondasi kuat kelurahan ini dalam mengukir prestasi di kancah nasional.

“Harapan kita bersama, seluruh rangkaian proses penilaian ini dapat berjalan lancar. Lebih dari sekadar mengejar prestasi, inovasi-inovasi yang dihadirkan ini muaranya adalah memberikan manfaat nyata dan meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkas Ronny.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses