Inflasi Karimun 2,08 Persen, Masuk 10 Terendah Nasional, Wabup Rocky Perkuat Sinergi TPID Jelang Akhir Tahun

Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, pada Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Karimun Triwulan III 2026, di ruang rapat Cempaka Putih Kantor Bupati Karimun, Rabu (23/9/2026). FOTO: Diskominfo/WARTA RAKYAT

KARIMUN | WARTA RAKYAT — Kabupaten Karimun mencatat kinerja positif dalam pengendalian inflasi.

Berdasarkan data Agustus 2026, inflasi year-on-year (y-o-y) Karimun berada di level 2,08 persen, sekaligus tercatat sebagai yang terendah di antara kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau pada periode tersebut.

Bacaan Lainnya

Capaian itu menjadi modal penting bagi Pemerintah Kabupaten Karimun dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, terutama menghadapi tekanan ekonomi menjelang penghujung 2026.

Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, mengingatkan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan lengah.

Pesan itu disampaikan Rocky saat membuka Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Karimun Triwulan III 2026, Rabu (23/9/2026).

Menurutnya, karakter Karimun sebagai daerah kepulauan membuat stabilitas pasokan menjadi salah satu faktor krusial dalam menjaga harga kebutuhan masyarakat.

“Kita ketahui bersama, Karimun sebagai daerah kepulauan memiliki tantangan tersendiri. Ketergantungan pasokan bahan pangan dari luar daerah, faktor cuaca, dan distribusi antar pulau sangat memengaruhi harga,” tegasnya.

Ia mengingatkan, gangguan kecil pada rantai pasok dapat segera berdampak terhadap harga berbagai komoditas strategis.

“Sedikit saja distribusi pasokan pangan terganggu, harga komoditas pangan seperti cabai, beras, minyak goreng, gula pasir bahkan hingga harga ikan akan langsung bergejolak di pasar,” jelasnya.

Karena itu, Rocky meminta sinergi TPID diperkuat memasuki kuartal IV. Periode akhir tahun dinilai perlu mendapat perhatian karena berpotensi menghadirkan tekanan harga seiring meningkatnya permintaan masyarakat, momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), serta risiko gangguan distribusi akibat kondisi cuaca.

Rocky meminta seluruh anggota TPID konsisten menjalankan 9 Langkah Konkret Pengendalian Inflasi dengan memperkuat strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.

“Setiap langkah perlu dilaksanakan secara konsisten dan terukur, dengan mengoptimalkan peran dan kewenangan masing-masing perangkat daerah serta stakeholder terkait, sehingga berbagai potensi tekanan inflasi dapat diantisipasi dan ditangani secara cepat dan tepat,” instruksinya.

Data BPS menunjukkan inflasi y-o-y Karimun pada Agustus 2026 sebesar 2,08 persen, turun dari 2,95 persen pada Juli 2026.

Di tingkat Provinsi Kepulauan Riau, inflasi y-o-y Agustus 2026 tercatat 3,87 persen, dengan Karimun menjadi daerah dengan angka terendah dibandingkan Batam dan Tanjungpinang.

Bagi Pemkab Karimun, capaian tersebut menjadi pijakan untuk menjaga stabilitas harga hingga akhir tahun, bukan sekadar angka statistik.

Melalui penguatan koordinasi lintas sektor, pengawasan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi publik yang konsisten, pemerintah daerah menargetkan stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat tetap terjaga hingga penghujung 2026.

Capaian inflasi rendah menjadi catatan positif. Namun, bagi Wabup Rocky, pekerjaan berikutnya adalah memastikan capaian tersebut tetap bertahan ketika tekanan harga memasuki fase akhir tahun. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses