KARIMUN | WARTA RAKYAT — Dikelilingi wilayah laut yang luas, Kabupaten Karimun memiliki modal strategis untuk menjadikan sektor kelautan sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Namun, kekayaan sumber daya alam tak akan memberikan dampak maksimal apabila berhenti pada aktivitas eksploitasi dan produksi bahan mentah.
Tantangan berikutnya adalah menghadirkan nilai tambah melalui pengolahan, inovasi, serta pemanfaatan teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Di tengah kebutuhan energi yang terus berkembang dan karakteristik Karimun sebagai daerah kepulauan, pemerintah daerah mulai mendorong pendekatan yang lebih strategis dengan memperkuat keterhubungan antara potensi daerah, riset, inovasi, dan kebutuhan pembangunan.
Langkah tersebut ditempuh Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, melalui koordinasi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi di Kabupaten Karimun.
Kolaborasi ini diarahkan tidak hanya pada pengembangan penelitian, tetapi juga bagaimana hasil riset dapat dikembangkan menjadi inovasi yang aplikatif dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Iskandarsyah menilai, Karimun membutuhkan terobosan yang mampu mengubah potensi daerah menjadi kekuatan ekonomi baru.
Karena itu, riset dan inovasi harus ditempatkan sebagai instrumen penting dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan.
“Dikelilingi laut, Kabupaten Karimun memiliki modal besar untuk menggerakkan ekonomi dari sektor kelautan. Tetapi potensi itu harus kita dorong agar menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Iskandarsyah, Jumat, 18 September 2026.
Menurutnya, penguatan kerja sama dengan BRIN juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengkaji berbagai peluang pemanfaatan teknologi, termasuk pengembangan sumber energi terbarukan yang lebih efisien dan sesuai dengan karakteristik wilayah Karimun.
Kebutuhan energi yang terus meningkat, kata dia, harus diimbangi dengan perencanaan dan inovasi agar pembangunan daerah dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Yang kita pikirkan bukan hanya bagaimana memanfaatkan sumber daya yang ada, tetapi bagaimana teknologi dan inovasi bisa membuat masyarakat lebih produktif, hasil laut memiliki nilai tambah, dan kebutuhan energi dapat kita jawab dengan solusi yang lebih efisien,” kata Bupati Iskandarsyah.
Arah kebijakan tersebut sekaligus membuka ruang lebih luas bagi hasil-hasil penelitian untuk tidak berhenti di tingkat laboratorium atau kajian akademis.
Pemerintah daerah ingin mendorong agar inovasi dapat dikembangkan menuju tahap implementasi dan komersialisasi.
Dengan pendekatan tersebut, sektor kelautan tidak lagi semata dipandang sebagai sumber daya alam, melainkan sebagai ruang pengembangan industri berbasis inovasi yang dapat menciptakan nilai ekonomi baru.
Karimun pun berpeluang membangun ekosistem yang mempertemukan pemerintah, lembaga riset, dunia usaha, dan masyarakat dalam satu rantai pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.
Bupati Iskandarsyah menyebutkan, sinergi dengan BRIN menjadi salah satu pijakan untuk memastikan pembangunan Karimun ke depan tidak hanya bertumpu pada kekuatan sumber daya alam, tetapi juga pada kekuatan pengetahuan, teknologi, dan inovasi.
“Langkah itu menjadi penting agar potensi kelautan dan sumber daya daerah dapat diolah secara lebih produktif, berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Karimun,” tutupnya. (Nov)






