KARIMUN | WARTA RAKYAT — Pemerintah Kabupaten Karimun di bawah kepemimpinan Bupati Ing Iskandarsyah mengambil langkah konkret untuk melindungi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerahnya dari risiko jebakan utang dan kredit macet.
Bupati Iskandarsyah menegaskan bahwa tingginya kucuran kredit perbankan untuk ekspansi usaha justru bisa menjadi bumerang jika tidak diimbangi dengan kuatnya daya beli dan transaksi riil di lapangan.
Untuk itu, Pemkab Karimun memfasilitasi kebutuhan modal warga melalui Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA) dengan subsidi bunga 0%.
“Fokus kita adalah memperbanyak perputaran uang cash di Karimun. Masyarakat berdaya karena memiliki uang untuk berbelanja dan memutar roda UMKM, bukan karena gemar mengambil kredit. Tingginya kredit untuk usaha tidak akan berarti jika tidak ada transaksi keuangan,” tegas Bupati Iskandarsyah, Senin (21/9/2026).
Sebagai wujud nyata perlindungan tersebut, program KURDA Kabupaten Karimun telah dieksekusi secara optimal.
Tercatat pada periode Juni hingga Agustus 2026, program pembiayaan tanpa bunga ini telah sukses menjangkau 40 debitur UMKM dengan total realisasi plafon sebesar Rp784 juta.
Dalam pelaksanaannya, Pemkab Karimun mengambil alih seluruh beban bunga senilai Rp8,92 juta.
Kebijakan ini memastikan para pelaku UMKM dapat menggunakan modal pinjamannya seratus persen untuk kegiatan produktif, tanpa perlu pusing memikirkan beban tambahan bunga bulanan.
Meski akses permodalan telah dipermudah, Iskandarsyah mengingatkan bahwa kucuran dana segar harus selalu didampingi dengan literasi keuangan yang kuat.
Masyarakat perlu diedukasi agar cermat mengelola dana pinjaman dan mampu membedakan kebutuhan produktif dari pengeluaran konsumtif.
Mengingat program literasi dan inklusi keuangan (GENCARKAN) di Kabupaten Karimun sepanjang tahun 2026 baru menyentuh delapan kegiatan, intensitas edukasi ini dinilai perlu segera diperluas penyebarannya hingga ke masyarakat akar rumput.
Kini, melalui sinergi permodalan KURDA bunga 0 persen, dorongan investasi riil, dan perluasan edukasi finansial, Pemkab Karimun memastikan pertumbuhan ekonomi daerah tidak sekadar mengejar angka, melainkan benar-benar berwujud pada peningkatan daya beli dan kesejahteraan rakyat. (Nov)






