KARIMUN | WARTA RAKYAT – Bupati Karimun Ing Iskandarsyah menegaskan tidak boleh ada anak di Kabupaten Karimun yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi.
Pendidikan, menurutnya, harus menjadi hak yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat, tanpa terhalang kemampuan finansial keluarga.
Pesan tegas tersebut disampaikan Iskandarsyah saat kunjungan kerja ke Kecamatan Moro dalam rangka penyerahan bantuan seragam sekolah gratis di empat sekolah dasar, Kamis (5/11/2026).
Di hadapan masyarakat, Iskandarsyah mengingatkan bahwa anak-anak yang telah menyelesaikan pendidikan SD maupun SMP harus tetap melanjutkan sekolah.
Bahkan, mereka yang terpaksa berhenti di tengah jalan didorong untuk kembali memperoleh kesempatan belajar.
“Tidak boleh anak-anak putus sekolah karena tidak punya uang. Anak yang tamat SD harus melanjutkan ke SMP, begitu juga yang tamat SMP harus melanjutkan ke jenjang berikutnya. Jangan sampai pendidikan terhenti hanya karena persoalan biaya,” tegas Bupati.
Ia juga membuka ruang bagi masyarakat, termasuk para ibu yang dahulu tidak sempat menyelesaikan pendidikan, untuk kembali belajar melalui jalur pendidikan kesetaraan, seperti Paket C.
Menurutnya, kondisi pendidikan di Karimun pada era 1970-an hingga 1980-an sangat berbeda dengan saat ini. Dahulu, keterbatasan fasilitas pendidikan membuat banyak masyarakat hanya mampu menyelesaikan pendidikan SD atau SMP karena sekolah lanjutan masih terkonsentrasi di pusat kecamatan.
Namun, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan bagi generasi sekarang untuk berhenti mengenyam pendidikan.
“Sekarang tidak boleh lagi ada yang tidak sekolah karena tidak punya uang. Kita sedang menyusun dan merancang bagaimana kualitas pendidikan Karimun ke depan semakin baik,” ujarnya Bupati.
Iskandarsyah juga menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan sekolah dan tenaga pendidik.
Pembentukan karakter anak membutuhkan keterlibatan keluarga dan lingkungan masyarakat.
Ia mengajak para orang tua menerapkan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari bangun pagi, beribadah, berolahraga, hingga membiasakan pola hidup sehat dan belajar secara konsisten.
“Keberhasilan anak sangat tergantung bagaimana kita membentuk kebiasaan mereka sehari-hari. Anak-anak memang kita titipkan di sekolah, tetapi jangan hanya sekolah yang membangun pendidikan. Di rumah tangga dan lingkungan masyarakat juga harus tercipta suasana pendidikan yang baik. Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama yang memiliki peran besar dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan masa depan anak,” ungkap Bupati.
Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun Grandy Regel Tuerah serta unsur pimpinan Kecamatan Moro.
Melalui pesan tersebut, Iskandarsyah menegaskan bahwa agenda pembangunan pendidikan Karimun tidak boleh berhenti pada pemenuhan fasilitas dan bantuan perlengkapan sekolah.
Lebih dari itu, pemerintah daerah ingin memastikan tidak ada generasi muda yang kehilangan masa depan akibat keterbatasan ekonomi maupun akses pendidikan.
Pendidikan bukan sekadar kesempatan untuk bersekolah, melainkan hak setiap anak yang harus dijaga keberlanjutannya. (Nov)






