KARIMUN | WARTA RAKYAT — Masjid Al-Muttaqin Kodim 0317/TBK, Jalan Jenderal Sudirman Poros, Kelurahan Pamak, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, dipenuhi suasana religius, Kamis (27/8/2026) sore.
Sekitar 100 personel Kodim 0317/TBK bersama Persit mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat spiritualitas, soliditas, serta komitmen pengabdian prajurit kepada bangsa dan negara.
Mengusung tema “Kita Mantapkan Tekad Bersama Rakyat, TNI Prima dan Kuat, Siap Mewujudkan Indonesia yang Maju dan Berdaulat,” peringatan Maulid Nabi ditempatkan sebagai ruang refleksi untuk meneguhkan kembali nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan prajurit dan keluarga besar Kodim 0317/TBK.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian ditutup dengan doa, lantunan shalawat dan ramah tamah.
Dandim 0317/TBK, Letkol Inf Andit Pranata, menegaskan peringatan Maulid Nabi harus memiliki makna lebih jauh daripada sekadar seremoni tahunan.
“Acara ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kesatuan serta mempererat silaturahmi. Mudah-mudahan kegiatan ini membawa berkah dan bermanfaat bagi kita semua,” ujarnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa kekuatan prajurit tidak hanya bertumpu pada profesionalisme dan kesiapsiagaan, tetapi juga pada karakter, moral serta kemampuan membangun hubungan yang erat dengan masyarakat.
Dalam tausyiahnya, Ustaz Hamzah Zakaria mengajak seluruh prajurit dan keluarga besar Kodim 0317/TBK menjadikan Rasulullah SAW sebagai rujukan utama dalam menjalankan amanah, membangun integritas dan memperkuat akhlak.
“Rasulullah adalah teladan bagi umat Islam. Kita harus mengambil hikmah dari peringatan Maulid ini sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dan menerapkan akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Ia menekankan bahwa keteladanan Rasulullah SAW memiliki relevansi kuat dengan tugas pengabdian prajurit, terutama dalam menjaga amanah, kedisiplinan, persatuan dan kepentingan masyarakat.
Menurutnya, hubungan TNI dan rakyat juga merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“TNI ditugaskan menjaga keamanan bangsa Indonesia. TNI bersama rakyat harus terus menjaga bangsa agar aman dan sejahtera,” kata Hamzah.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Kodim 0317/TBK pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar perhelatan keagamaan.
Ia menjadi ruang untuk menyatukan nilai spiritual dengan semangat pengabdian mendorong lahirnya prajurit yang tidak hanya tangguh dalam menjalankan tugas, tetapi juga amanah, berakhlak, solid dan senantiasa dekat dengan rakyat.
Sebab, bagi TNI, kekuatan sejati bukan semata berada pada kesiapan menjaga negara, melainkan juga pada kepercayaan rakyat yang terus dirawat melalui keteladanan dan pengabdian. (Nov)





