KARIMUN | WARTA RAKYAT — Disiplin prajurit tidak berhenti di ruang tugas. Keselamatan di jalan raya menjadi bagian dari tanggung jawab profesional yang terus diperkuat Kodim 0317/TBK melalui sosialisasi Safety Riding yang melibatkan puluhan personel di Gedung Serbaguna Makodim 0317/TBK, Rabu (26/8/2026).
Sekitar 50 personel dari Kodim 0317/TBK, Subdenpom, Satlantas Polres Karimun, serta Jasa Raharja mengikuti kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut.
Pembekalan diarahkan untuk memperkuat kesadaran berlalu lintas sekaligus membangun budaya berkendara yang aman, tertib, dan bertanggung jawab.
Materi yang diberikan mencakup kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, kelengkapan kendaraan, penggunaan helm berstandar SNI, pengenalan faktor penyebab kecelakaan, hingga langkah pertolongan pertama terhadap korban kecelakaan.
Dansubdenpom 1-2/6, Lettu CPM Abdullah, menegaskan bahwa tingginya mobilitas prajurit membuat keselamatan berkendara menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari disiplin personel.
“Mobilitas prajurit cukup tinggi. Karena itu, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas menjadi bagian penting dari kedisiplinan prajurit,” ujarnya.
Menurutnya, disiplin berlalu lintas bukan hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menyangkut tanggung jawab setiap prajurit dalam menjaga keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Pesan serupa disampaikan Kanit Kamsel Polres Karimun, IPDA Riski.
Ia menekankan bahwa personel TNI dan Polri memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dalam budaya tertib berlalu lintas.
“TNI dan Polri wajib menaati aturan disiplin lalu lintas agar dapat menjadi contoh yang baik bagi masyarakat,” katanya.
Sosialisasi tidak berhenti pada pemahaman aturan. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai berbagai faktor yang dapat memicu kecelakaan, mulai dari kelelahan dan mengantuk, gangguan sistem pengereman, kondisi cuaca, pelanggaran rambu, melawan arus, hingga penggunaan kendaraan yang tidak memenuhi standar keselamatan.
Perwakilan Jasa Raharja Karimun, Indra, turut memberikan penjelasan mengenai mekanisme pemberian santunan kepada korban kecelakaan sebagai bagian dari pemahaman komprehensif mengenai penanganan risiko di jalan raya.
Sementara itu, Bakes Kodim 0317/TBK, Serma Rudi Irwanto, memberikan materi pertolongan pertama.
Personel dibekali langkah dasar saat menghadapi kecelakaan, mulai dari mengamankan lokasi kejadian, menilai kondisi korban, menghentikan pendarahan, hingga meminimalkan pergerakan korban yang diduga mengalami patah tulang.
Pembekalan kemudian dilanjutkan dengan praktik berkendara. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 09.40 WIB dalam kondisi aman dan kondusif.
Kegiatan tersebut menegaskan bahwa profesionalisme prajurit tidak hanya diuji ketika menjalankan tugas kedinasan, tetapi juga tercermin dari perilaku sehari-hari di ruang publik.
Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas menjadi bagian sederhana namun fundamental dari disiplin.
Dari penggunaan helm yang benar hingga kepatuhan terhadap rambu dan batas keselamatan, setiap tindakan di jalan raya memiliki konsekuensi terhadap keselamatan bersama.
Sinergi Kodim 0317/TBK, Subdenpom, Satlantas Polres Karimun, dan Jasa Raharja pun menjadi bagian dari langkah preventif untuk menekan risiko kecelakaan sekaligus membangun kesadaran berkendara yang lebih aman.
Pada akhirnya, Safety Riding bukan sekadar pembekalan teknis, melainkan penegasan bahwa disiplin prajurit harus hadir di mana pun berada termasuk ketika roda kendaraan mulai bergerak di jalan raya. (Nov)






