Guru di Kabupaten Karimun Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumah

Petugas membawa jenazah guru PPPK di salah satu SD Negeri di Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun berinisial J (37) yang ditemukan tewas diduga akibat gantung diri di rumahnya pada Minggu 3 April 2026 pagi ke rumah sakit.

KARIMUN | WARTA RAKYAT – Seorang perempuan di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau ditemukan tewas diduga akibat gantung diri pada Minggu 3 April 2026 pagi.

Korban berinisial J ditemukan tewas diduga akibat gantung diri di rumahnya di Jl Parit Mataram I RT 004 RW 013, Desa Sungai Ungar, Kecamatan Kundur.

Bacaan Lainnya

Perempuan berusia 37 tahun janda anak satu tersebut dikabarkan guru di salah satu SD Negeri di Kabupaten Karimun (Kecamatan Belat – red).

Untuk penyebab pasti korban mengakhiri hidupnya dengan cara tersebur masih belum diketahui.

“Dugaan sementaranya karena permasalahan sosial,” kata Kapolsek Kundur, AKP Sarianto saat dikonfirmasi, Minggu (3/5) sore.

Ia mengatakan, korban pertama kali ditemukan ayah kandungnya bernisial RE (62) pada saat ingin mencuci muka di luar rumah.

Kemudian melihat ke arah dapur rumah dan mendapati anaknya tersebut sudah tergantung.

“Ayahnya sempat mengecek, ternyata anaknya sudah tidak bernyawa,” ujar AKP Sarianto.

Selanjutnya sambung Kapolsek, RE memanggil istrinya inisial R (50) dan anak kandung korban inisial MFK (18) yang langsung ke arah dapur tempat korban gantung diri.

“RE tidak sanggup melihat korban tergantung, lalu mengambil pisau untuk memotong tali yang terikat di leher korban. Selanjutnya korban dibaringkan di lantai bawah tempat korban gantung diri,” tutur AKP Sarianto.

Kemudian phak keluarga melaporkan kejadian kepada RT setempat, perangkat desa dan Vhabinkmtibmas Desa Sungai Ungar.

Personel Polsek Kundur yang dengan segera tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP, kemudian membawa korban ke RSUD Tanjung Batu.

Dari informasi yang diperoleh, jenazah korban sudah dimakamkan di TPU Parit Tegak, Desa Sungai Ungar, Kecamatan Kundur. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses