Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Ini Pesan Bupati Karimun Iskandarsyah

Bupati Karimun, Iskandarsyah, didampingi Kadisdikbud, Grandy Regel Tuerah saat diwawancara wartawan usai memimpin upacara Hardiknas 2026 di halaman SMP - SMA Swasta Cahaya, Sabtu (2/5). Foto: Nov

KARIMUN | WARTA RAKYAT – Bupati Karimun, Iskandarsyah, memimpin upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026.

Pemkab Karimun menggelar upacaranya dipusatkan di halaman SMP – SMA Swasta Cahaya, Sabtu (2/5).

Bacaan Lainnya

Turut hadir pada kesempatan itu Sekda Karimun, Djunaidy, sejumlah Pimpinam OPD, Kadisdikbud dan Kepala Sekolah.

“Pendidikan itu bukan hanya mencerdaskan, tetapi membangun karakter sesuai dengan undang-undang,” ujarnya.

Pada Hardiknas 2006, Bupati Iskandarsyah berpesan kepada semua pihak untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Karimun.

“Saya tekankan, tidak ada atau tidak boleh anak-anak yang tidak sekolah karena orang tuanya tidak punya uang. Saya ingin meningkatkan IPM Karimun yang masih di bawah dari daerah lainnya di Provinsi Kepri,” katanya.

Lanjut Bupati Iskandarsyah, peringatan Hardiknas adalah momentum untuk kita melakukan refleksi, meneguhkan, dan menghidupkan spirit pendidikan nasional.

Pada hakikatnya pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih dan sayang untuk memanusiakan manusia.

“Sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, pendidikan adalah usaha bersama untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, makmur, dan bermartabat,” tegas Bupati Iskandarsyah.

Sementara itu, Kadisdikbud Karimun, Grandy Regel Tuerah, menyampaikan untuk anggaran pendidikan sepamjang 2026 sudah mencapai 27%.

Sesuai dengan ketentuan undang-undang, anggaran pendidikan yang minimal 20% itu masih termasuk belanja pegawai, gaji dan tunjangan yang melekat bagi guru-guru dan tenaga pendidikan termasuk juga TPP.

“Yang di luar itu kita juga ada belanja rutin dan belanja operasional untuk pembangunan pendidikan, khususnya peningkatan mutu termasuk infrastruktur masing-masing di dalam 27% tersebut,” tuturnya. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses