KARIMUN | WARTA RAKYAT — Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak boleh berhenti pada pencapaian hari ini.
Menurutnya, setiap kebijakan dan investasi pembangunan harus diletakkan dalam perspektif jangka panjang menjadi fondasi bagi Karimun yang lebih maju sekaligus warisan bagi generasi penerus.
Dengan posisi strategis Karimun di kawasan perlintasan perdagangan internasional, Iskandarsyah melihat pembangunan bukan semata persoalan membangun infrastruktur, tetapi bagaimana mengubah keunggulan geografis menjadi kekuatan ekonomi, membuka kesempatan kerja, memperkuat sumber daya manusia, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“Kita harus berpikir maju. Apa yang kita bangun hari ini jangan hanya untuk kepentingan hari ini, tetapi harus kita siapkan untuk generasi yang akan datang. Karimun harus memiliki fondasi pembangunan yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, Rabu (26/8/2026).
Ia menekankan, orientasi pembangunan Karimun harus mampu menjawab dua kepentingan sekaligus, yaitu menyelesaikan kebutuhan masyarakat saat ini dan mempersiapkan daerah menghadapi tantangan masa depan.
Karena itu, pemerintah daerah dituntut memiliki keberanian mengambil kebijakan strategis, terukur, serta berpijak pada potensi dan karakteristik Karimun sebagai wilayah kepulauan.
Bagi Iskandarsyah, pembangunan sumber daya manusia menjadi bagian yang tak kalah penting.
Infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, produktivitas, serta daya saing masyarakat agar anak-anak Karimun kelak tidak sekadar menjadi penonton di tengah pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kita ingin generasi penerus Karimun memiliki kemampuan untuk mengambil peran. Jangan sampai potensi daerah kita besar, tetapi masyarakat kita tidak menjadi bagian utama dari pertumbuhan tersebut,” tegasnya.
Visi tersebut menempatkan pembangunan Karimun dalam kerangka yang lebih luas, bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan, melainkan membangun ekosistem daerah yang mampu bertahan, berkembang, dan memberikan ruang bagi generasi berikutnya.
Iskandarsyah pun mengajak seluruh elemen daerah untuk melihat pembangunan sebagai tanggung jawab bersama.
Pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan generasi muda harus bergerak dalam satu arah agar potensi Karimun dapat dikonversi menjadi kekuatan nyata.
“Kita ingin meninggalkan Karimun dalam kondisi yang lebih baik. Apa yang kita kerjakan hari ini harus menjadi modal bagi anak-anak kita untuk melangkah lebih jauh di masa depan,” pungkasnya.
Pada akhirnya, pembangunan yang berorientasi masa depan bukan hanya tentang apa yang berhasil diwujudkan sebuah pemerintahan, tetapi tentang seberapa kuat fondasi yang ditinggalkan untuk generasi setelahnya.
Di titik itulah, gagasan Iskandarsyah menempatkan masa depan Karimun sebagai tujuan utama pembangunan hari ini. (Nov)






