Bukan Sekadar Jaga Perbatasan, Ing Iskandarsyah Dorong “Prosperity Approach” Hadapi Ancaman Narkoba

Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah. (Foto: Diskominfo/WARTA RAKYA)

KARIMUN | WARTA RAKYAT – Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, menegaskan bahwa menjaga wilayah perbatasan tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan keamanan.

Menurutnya, kekuatan ekonomi, kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat justru menjadi benteng strategis untuk memperkokoh kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bacaan Lainnya

Pernyataan itu disampaikan Ing Iskandarsyah di tengah keprihatinannya terhadap ancaman narkotika yang terus membayangi kawasan perbatasan.

Ia menyinggung pengungkapan kasus narkoba dalam jumlah besar yang baru-baru ini diungkap aparat penegak hukum di Kepulauan Riau.

“Kemarin saya hadir acara konversi pers 2,6 ton di Batam. Seminggu sebenarnya 1,3 ton,” ujar Ing Iskandarsyah.

Menurutnya, posisi geografis Karimun yang berada di kawasan strategis dengan sejumlah jalur perairan seperti Selat Malaka, Selat Durian dan Selat Philips, membuat wilayah tersebut memiliki tantangan keamanan sekaligus peluang ekonomi yang besar.

Ia menilai jalur perairan di sekitar Karimun berpotensi dimanfaatkan sebagai jalur perlintasan berbagai aktivitas ilegal.

Karena itu, penguatan pengawasan tetap penting, namun harus berjalan beriringan dengan pembangunan ekonomi masyarakat.

“Cara kita menjaga Karimun itu bukan saja pendekatan security karena kita berada di perbatasan, tapi adalah prosperity, kemakmuran,” tegasnya.

Bagi Ing Iskandarsyah, kawasan perbatasan yang hidup dengan aktivitas industri, perdagangan dan ekonomi masyarakat akan memiliki sistem pertahanan sosial yang lebih kuat.

Aktivitas ekonomi yang produktif menciptakan keramaian, lapangan kerja dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungannya.

“Kalau kita jaga perbatasan itu dengan industri, bangun daerah perdagangan, itu yang kita jaga. Kalau kita jaga industri, daerah perdagangan, di situ sendiri akan membentengi kita,” katanya.

Sebaliknya, ia mengingatkan bahwa wilayah yang minim aktivitas ekonomi dan relatif sepi akan lebih rentan dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas ilegal.

“Kalau sepi-sepi saja, ‘Ah, lewatlah orang itu dari kita.’ Jadi, yang perlu kita dorong adalah pendekatan kemakmuran, kesejahteraan,” ujarnya.

Pandangan tersebut menempatkan pembangunan ekonomi sebagai bagian dari strategi pertahanan kawasan perbatasan.

Bagi Karimun, pembangunan bukan hanya persoalan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berkaitan langsung dengan kepentingan nasional dalam menjaga kedaulatan wilayah.

“Kalau Karimun kuat, NKRI juga akan kuat. Itu yang harus kita pahami bersama. Itulah cara kita menjaga kedaulatan negara,” tegas Ing Iskandarsyah.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan dan kesatuan, terutama karena Karimun memiliki posisi geografis yang berbatasan langsung dengan negara tetangga dan berada di jalur pelayaran internasional.

“Kalau kita bersama-sama, Kabupaten Karimun akan maju dengan doa dan ikhtiar,” pungkasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Ing Iskandarsyah saat menghadiri pelantikan Pengurus PKSB Kabupaten Karimun periode 2026–2030 di Rumah Gadang PKSB Kabupaten Karimun, Senin (24/8/2026) malam.

Pesan tersebut menegaskan satu gagasan besar, yakni perbatasan tidak cukup hanya dijaga dengan aparat dan patroli, tetapi juga harus diperkuat dengan kemakmuran.

Ketika industri tumbuh, perdagangan bergerak dan masyarakat memiliki kesejahteraan, maka pembangunan ekonomi sekaligus menjadi bagian dari pertahanan negara. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses