Karimun Taja Tari 2026 Jadi Panggung Budaya Tiga Negara, Dispar Dorong Pariwisata Berbasis Khazanah Melayu

Karimun Taja Tari 2026 Jadi Panggung Budaya Tiga Negara, Dispar Dorong Pariwisata Berbasis Khazanah Melayu. (Foto: Ist/Nov-WARTA RAKYAT)

KARIMUN | WARTA RAKYAT – Kabupaten Karimun kembali menegaskan komitmennya menjadikan kekayaan budaya sebagai kekuatan strategis dalam pembangunan pariwisata daerah.

Komitmen tersebut sejalan dengan visi Bupati Karimun Ing Iskandarsyah dan Wakil Bupati Rocky Marciano Bawole, yakni “Terwujudnya Karimun yang Maju, Sejahtera dan Berbudaya.”

Bacaan Lainnya

Visi tersebut diterjemahkan melalui empat misi utama pemerintah daerah, meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, pengembangan infrastruktur serta konektivitas antarwilayah, penguatan ekonomi berbasis keunggulan daerah yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, serta peningkatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang bersih berbasis iman dan takwa.

Dalam kerangka pembangunan yang menempatkan budaya dan ekonomi sebagai bagian penting kemajuan daerah, Karimun Taja Tari 2026 hadir sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat identitas sekaligus mengembangkan potensi pariwisata Karimun.

Mengusung tema “Melangkah Dengan Khazanah”, Karimun Taja Tari 2026 dijadwalkan berlangsung pada 27–29 Agustus 2026 di Coastal Area Karimun.

Perhelatan ini dirancang bukan sekadar sebagai panggung pertunjukan, melainkan ruang pertemuan seni, budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif yang mempertemukan Indonesia, Malaysia dan Singapura.

Sejumlah agenda akan mewarnai kegiatan tersebut, mulai dari Bazar UMKM, lomba tari tradisi dan kreasi, hingga special performance yang menghadirkan penampil dari tiga negara.

Kepala Bidang Pemasaran dan Promosi Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Karimun, Ahadian Zulseptriadi, mengatakan Karimun Taja Tari merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat promosi pariwisata melalui kekayaan budaya yang dimiliki Karimun.

Menurutnya, seni tari mempunyai kekuatan sebagai medium komunikasi budaya karena mampu memperkenalkan identitas, sejarah dan khazanah Melayu kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan dari mancanegara.

“Karimun memiliki kekayaan budaya yang sangat kuat. Melalui Karimun Taja Tari, kami ingin menjadikan seni dan khazanah budaya sebagai bagian dari daya tarik pariwisata sekaligus memperluas jejaring promosi, khususnya dengan negara-negara serumpun,” ujar Adi panggilan akrabnya, Selasa (25/8).

Ia menilai keterlibatan Malaysia dan Singapura memiliki nilai strategis. Selain memiliki kedekatan geografis dengan Karimun, kedua negara tersebut juga mempunyai hubungan historis dan kultural yang erat dengan kawasan Melayu.

Karena itu, kolaborasi lintas negara dalam Karimun Taja Tari diharapkan tidak berhenti pada pertunjukan seni.

Lebih jauh, agenda tersebut diharapkan menjadi ruang pertukaran budaya, memperluas jejaring promosi dan memperkuat posisi Karimun sebagai salah satu destinasi wisata budaya di kawasan Selat Malaka.

Di sisi lain, kehadiran Bazar UMKM menjadi bagian penting dari konsep kegiatan. Aktivitas wisata dan kunjungan masyarakat diharapkan menciptakan perputaran ekonomi yang dapat dirasakan langsung pelaku usaha lokal, khususnya sektor kuliner, kerajinan dan produk ekonomi kreatif.

“Pariwisata harus memberikan dampak yang luas. Karena itu, unsur budaya, promosi destinasi dan UMKM kami dorong berjalan bersama. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya meriah secara acara, tetapi juga mampu menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” kata Adi.

Dukungan terhadap pelaksanaan Karimun Taja Tari 2026 juga datang dari kalangan pelaku seni.

Manajer Sanggar Baswara, Mekar Indriani, menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan terima kasih kepada Bupati Karimun dan Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun yang telah memberikan perhatian terhadap pengembangan seni dan budaya di daerah.

Menurutnya, dukungan pemerintah menjadi energi penting bagi para pelaku seni untuk terus berkarya, melestarikan tari tradisional serta memperkenalkan kekayaan budaya Karimun kepada masyarakat yang lebih luas.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati dan Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun yang telah memberikan perhatian dan ruang bagi para pelaku seni. Dukungan seperti ini sangat berarti bagi kami untuk terus berkarya, menjaga budaya dan memperkenalkan tari-tarian daerah,” ujar Mekar Indriani.

Ia berharap Karimun Taja Tari dapat menjadi agenda yang terus berkembang dan memberikan ruang yang lebih luas bagi sanggar serta generasi muda untuk menunjukkan kreativitas mereka.

Menurutnya, keberlangsungan seni budaya tidak hanya bergantung pada pelaku seni, tetapi juga membutuhkan dukungan pemerintah, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan agar tradisi tetap hidup serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Konsep tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana agenda kebudayaan dapat ditempatkan dalam kerangka pembangunan daerah.

Ketika seni dan tradisi dikemas secara kreatif, kekayaan budaya tidak hanya menjadi warisan yang dilestarikan, tetapi juga dapat berkembang menjadi daya tarik wisata sekaligus sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Karimun Taja Tari 2026 pun menjadi momentum untuk memperkuat citra Karimun sebagai daerah perbatasan yang mampu mengangkat khazanah Melayu menjadi produk pariwisata yang atraktif, kompetitif dan relevan dengan perkembangan industri pariwisata regional.

Pertemuan seniman, komunitas budaya, pelaku UMKM serta penampil dari Indonesia, Malaysia dan Singapura menjadikan Karimun Taja Tari lebih dari sekadar agenda tahunan.

Perhelatan ini berpotensi menjadi ruang diplomasi budaya sekaligus etalase pariwisata Karimun di kawasan Selat Malaka.

Sejalan dengan visi “Terwujudnya Karimun yang Maju, Sejahtera dan Berbudaya”, penguatan sektor pariwisata berbasis budaya diharapkan mampu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi masyarakat dan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Dispar Kabupaten Karimun mengajak masyarakat menjadikan Karimun Taja Tari 2026 sebagai momentum bersama untuk merawat khazanah budaya Melayu, memperluas jejaring kebudayaan dan membuka peluang baru bagi pertumbuhan pariwisata serta ekonomi kreatif daerah. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses