Bustami: 30 Ribu Warga Minang, Jangan Lagi Tanpa Wakil di DPRD Karimun

Ketua Dewan Penasehat Persatuan Keluarga Sumatera Barat (PKSB) Kabupaten Karimun, H. Bustami Dato’ Rajo Marah, saat melantik Pengurus PKSB Kabupaten Karimun periode 2026–2030 di Rumah Gadang PKSB Karimun, Senin (24/8/2026) malam. (Foto: Diskominfo/WARTA RAKYAT)

KARIMUN | WARTA RAKYAT – Ketua Dewan Penasehat Persatuan Keluarga Sumatera Barat (PKSB) Kabupaten Karimun, H. Bustami Dato’ Rajo Marah, melontarkan dorongan politik yang tegas kepada keluarga besar Minang di Karimun.

Ia meminta organisasi dan masyarakat Minang mulai serius menyiapkan kader untuk tampil dalam kontestasi politik dan memastikan adanya keterwakilan di DPRD Karimun.

Bacaan Lainnya

Pesan itu disampaikan Bustami dalam pelantikan Pengurus PKSB Kabupaten Karimun periode 2026–2030 di Rumah Gadang PKSB Karimun, Senin (24/8/2026) malam.

Menurut Bustami, PKSB tidak perlu mengambil terlalu banyak peran, melainkan memperkuat konsolidasi antarkabupaten dan kota serta merapatkan barisan masyarakat Minang agar mampu melahirkan kader yang berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Ia menyebut, jumlah warga Minang di Karimun diperkirakan mencapai lebih dari 30 ribu jiwa. Namun, besarnya jumlah tersebut belum berbanding lurus dengan keterwakilan politik di lembaga legislatif.

“30 ribu orang Minang, satu pun tidak ada menjadi anggota DPRD. Inilah malu saya,” tegas Bustami.

Karena itu, ia berharap kepengurusan PKSB yang baru mampu mengoordinasikan dan mempersiapkan kader potensial untuk terjun ke politik.

Bustami menegaskan, kebanggaan masyarakat Minang tidak semata-mata ketika seseorang menjadi anggota DPRD. Lebih jauh, ia ingin melihat kader Minang mampu mengisi berbagai posisi strategis, baik di pemerintahan maupun institusi negara.

“Bangga saya orang Minang ada menjadi anggota DPRD, bangga saya orang Minang jadi wakil bupati, jadi jaksa, jadi kapolres. Ini yang harus kita tumbuhkan dari masyarakat Minang yang ada di Karimun,” ujarnya.

Ia sekaligus mengajak masyarakat Sumatera Barat di Karimun meninggalkan praktik politik transaksional yang hanya berorientasi pada keuntungan sesaat.

Bustami mengingatkan, keputusan politik untuk lima tahun ke depan tidak semestinya ditukar dengan imbalan sesaat.

“Kalau hanya karena Rp500 ribu, lima tahun kita rugi. Lima tahun bukan sedikit,” katanya.

Menghadapi momentum politik 2030, Bustami meminta keluarga besar Minang mulai mempersiapkan kader sejak dini untuk berkompetisi secara sehat, baik dalam pemilihan kepala daerah maupun legislatif.

Menurutnya, keterlibatan politik bukan sekadar kepentingan kelompok, tetapi bagian dari tanggung jawab warga untuk ikut menentukan arah pembangunan Karimun.

“Macam mana pun kita di Karimun harus ikut berpartisipasi membangun Karimun ini bersama-sama dengan pemerintah daerah,” tegasnya.

Di sisi lain, Bustami menekankan pentingnya menjaga kondusivitas Karimun. Sebagai daerah perdagangan dan perlintasan, keamanan dan kenyamanan menjadi modal penting untuk menjaga perputaran ekonomi serta menarik masyarakat luar datang dan beraktivitas di Karimun.

Ia menyebut mayoritas warga Minang di Karimun berprofesi sebagai pedagang sehingga memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah.

“Kita warga Sumatera Barat di Karimun siap bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengamankan Karimun supaya aman dan tenteram, sehingga orang luar bisa datang ke Karimun,” katanya.

Pelantikan pengurus PKSB tersebut turut dihadiri Bupati Karimun Ing Iskandarsyah, Staf Ahli Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun, sejumlah pimpinan organisasi masyarakat (ormas), organisasi kepemudaan (OKP), serta keluarga besar PKSB Kabupaten Karimun.

Di hadapan para pengurus dan keluarga besar PKSB, Bustami menutup pesannya dengan harapan sederhana namun bernilai strategis, yakni tahun depan harus mulai lahir wakil masyarakat Minang di DPRD Karimun.

“Harapan saya, tahun depan ada orang Padang menjadi anggota DPRD,” pungkasnya. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses