KARIMUN | WARTA RAKYAT — Perlindungan sekaligus peningkatan kompetensi tenaga kerja asal Karimun menjadi perhatian dalam pembahasan Special Border Treatment (SBT) antara Pemerintah Kabupaten Karimun dan pihak terkait dari Indonesia–Malaysia.
Konsul Ekonomi KJRI Johor Bahru, Siti Fauziah, mengatakan kedekatan historis dan sosial masyarakat Karimun dengan Malaysia yang telah terjalin selama berabad-abad menjadi landasan penting dalam merumuskan kebijakan perlindungan pekerja lintas perbatasan.
“Melindungi para pekerja, khususnya dari Karimun, menjadi perhatian kami. Kedekatan ini sudah terjalin sejak berabad-abad lalu, bahkan mungkin sebelum berdirinya negara masing-masing, baik Indonesia maupun Malaysia,” ujar Siti usai pertemuan di Rumah Dinas Bupati Karimun, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, perlindungan pekerja tidak cukup hanya dilakukan ketika mereka telah berada di luar negeri.
Karena itu, penguatan kapasitas tenaga kerja dari hulu menjadi bagian penting dari langkah yang tengah didorong bersama.
KJRI Johor Bahru turut membawa pihak terkait dari Johor untuk meninjau dan mendorong pengembangan Balai Latihan Kerja di Karimun, terutama dari sisi standar fasilitas, kapasitas pelatihan hingga kurikulum agar dapat menyesuaikan kebutuhan pasar kerja di Malaysia, khususnya Johor Bahru.
“Dengan demikian, para pekerja akan memiliki nilai tambah dan bargaining position yang lebih baik ketika bekerja di Malaysia, khususnya Johor Bahru,” katanya.
Siti menyebut langkah tersebut sebagai salah satu quick win yang dapat segera diwujudkan untuk mempersiapkan tenaga kerja Karimun agar lebih kompeten, berdaya saing dan memiliki posisi tawar yang lebih kuat.
Ia berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada penguatan pelatihan, tetapi berkembang menjadi pembuka peluang baru bagi kemudahan dan perlindungan tenaga kerja asal Karimun di Johor maupun wilayah Malaysia lainnya.
“Semoga ini akan berkelanjutan dan membuka peluang-peluang lain untuk kemudahan bekerja di Johor dan Malaysia pada umumnya,” tutupnya. (Nov)






