Veteran Karimun Titip Harapan di HUT ke-81 RI, Achmad Djambi: Jangan Biarkan Jasa Pejuang Tergerus Waktu

Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Karimun, Achmad Djambi. (Foto: Nov/WARTA RAKYAT)

KARIMUN | WARTA RAKYAT — Di tengah kemeriahan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, terselip pesan penuh makna dari para veteran Kabupaten Karimun.

Bukan sekadar meminta perhatian, mereka mengingatkan bahwa di balik kemerdekaan yang dinikmati hari ini, ada pengorbanan generasi terdahulu yang tak ternilai.

Bacaan Lainnya

Pesan itu disampaikan Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Karimun, Achmad Djambi, saat malam ramah tamah bersama anggota veteran dan Paskibraka Kabupaten Karimun di Gedung Nasional, Senin (17/8/2026).

Di hadapan Bupati Karimun Ing Iskandarsyah, Wakil Bupati Rocky M Bawole, unsur FKPD dan pimpinan OPD, Achmad Djambi menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah serta jajaran Kodim, Lanal, Polres dan Bea Cukai yang selama ini masih memberikan dukungan kepada para veteran.

Namun, di balik apresiasi tersebut, terdapat harapan yang ingin dititipkan kepada pemerintah daerah.

Achmad mengungkapkan, kantor LVRI Kabupaten Karimun yang dibangun pada 2012 hingga kini belum pernah direhabilitasi secara menyeluruh.

Padahal, pengukuran dan perhitungan kebutuhan anggaran disebut telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu.

“Kantor veteran setelah dibangun tahun 2012 sampai sekarang ini belum pernah direhab, belum pernah diperbaiki. Mudah-mudahan ke depan kami mohon supaya kantor kami itu dapat diperhatikan,” ujarnya.

Bagi para veteran, kantor tersebut bukan hanya tempat berkegiatan. Ia menjadi ruang berkumpulnya orang-orang yang pernah melewati masa perjuangan dan menjadi bagian dari perjalanan panjang bangsa Indonesia.

Karena itu, kondisi kantor yang semakin memprihatinkan menjadi persoalan yang terasa lebih dari sekadar urusan fisik bangunan.

Ia menyentuh persoalan penghormatan terhadap sejarah dan mereka yang pernah berjuang untuk negeri.

Persoalan lain yang turut disampaikan adalah belum tersedianya makam pahlawan di Karimun.

Selama ini, para veteran harus menyeberang menuju Tanjung Batu untuk kepentingan pemakaman.

Dengan usia rata-rata veteran yang telah di atas 80 tahun, perjalanan malam menyeberangi laut bukan lagi perkara mudah.

“Kami untuk menyeberang ke Tanjung Batu malam-malam itu memang sudah tidak kuat lagi, sudah tidak ada kemampuan kami dengan umur yang rata-rata sudah di atas 80 tahun,” ungkapnya.

Karena itu, Achmad Djambi berharap suatu hari nanti Karimun memiliki tanah makam pahlawan sendiri.

Harapan tersebut bukan semata tentang lokasi pemakaman, melainkan tentang menghadirkan ruang penghormatan bagi mereka yang telah mengabdikan hidupnya untuk bangsa.

“Mudah-mudahan ke depan tanah makam pahlawan itu dapat di Karimun. Insyaallah kita dapat sama-sama melaksanakannya,” katanya.

Achmad Djambi memahami keterbatasan pemerintah daerah di tengah kondisi dan proses transisi pemerintahan.

Karena itu, ia menegaskan para veteran tidak bermaksud mendesak secara berlebihan.

Namun, ada satu hal yang ingin mereka pastikan yakni jangan sampai usia yang semakin senja membuat suara dan keberadaan para veteran perlahan terlupakan.

Para veteran hari ini mungkin tidak lagi berada di garis depan perjuangan. Tenaga mereka telah berkurang, langkah mereka tidak lagi sekuat dahulu, dan sebagian besar telah memasuki usia lanjut. Tetapi jasa dan pengabdian mereka tidak semestinya ikut menua bersama waktu.

“Mudah-mudahan ke depan ada perubahan-perubahan dari pemerintah daerah”. Kalimat sederhana itu menjadi penutup pesan Achmad Djambi yang sarat makna.

Sebab bagi veteran, perhatian bukan hanya soal bantuan atau pembangunan fasilitas. Lebih jauh, perhatian adalah bentuk penghormatan bahwa perjuangan mereka masih diingat dan dihargai.

Momentum HUT ke-81 RI pun menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah yang datang dengan sendirinya.

Ia lahir dari pengorbanan, keberanian dan keteguhan orang-orang yang pada zamannya memilih berjuang demi masa depan bangsa.

Kini, ketika generasi baru menikmati kemerdekaan, tugas berikutnya bukan hanya mengisi kemerdekaan, tetapi juga merawat ingatan terhadap mereka yang telah mengantarkan bangsa ini sampai ke titik hari ini. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses