Hadiri Pengukuhan Paskibraka, Lis Beri Pesan Jaga Marwah dan Kehormatan Sang Merah Putih

Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH, bersama Wakil Wali Kota, Drs. H. Raja Ariza, M.M, menghadiri prosesi pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Tanjungpinang, di Ballroom Hotel Alltrue, Sabtu (15/8).

TANJUNGPINANG | WARTA RAKYAT – Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH, bersama Wakil Wali Kota, Drs. H. Raja Ariza, M.M, menghadiri prosesi pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Tanjungpinang, di Ballroom Hotel Alltrue, Sabtu (15/8).

56 anggota Paskibraka yang dikukuhkan merupakan putra-putri terbaik yang terpilih dari sejumlah SMA dan sekolah sederajat di Kota Tanjungpinang.

Mereka selanjutnya akan menjalankan tugas mulia sebagai Paskibraka pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, Lis menyampaikan rasa bangga kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah berhasil melewati rangkaian seleksi dan latihan hingga sampai pada tahap pengukuhan.

“Menjadi Paskibraka bukan sekadar mengenakan seragam dan menjalankan tugas mengibarkan bendera Merah Putih. Lebih dari itu, tugas tersebut merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab untuk menjaga marwah dan kehormatan Sang Merah Putih,” ucapnya.

Ia mengajak para anggota Paskibraka untuk memahami makna perjuangan yang terkandung di balik Merah Putih. Menurutnya, ketika bendera dikibarkan, yang harus hadir bukan hanya sebuah simbol negara, tetapi juga penghormatan terhadap jasa para pahlawan dan perjuangan para pendahulu bangsa.

“Jangan hanya melihat selembar kain merah dan putih. Lihatlah di baliknya wajah para pahlawan, perjuangan para pejuang yang rela meninggalkan keluarga, mereka yang berjalan tanpa alas kaki dan mereka yang gugur tanpa sempat menikmati kemerdekaan,” tuturnya.

Lis juga berpesan agar seluruh anggota Paskibraka tidak menjadikan rasa lelah selama menjalani latihan sebagai alasan untuk menyerah.

Menurutnya, keringat, teguran dan disiplin selama proses latihan merupakan bagian dari pembentukan karakter. Ia menegaskan bahwa tidak ada keberhasilan yang lahir tanpa perjuangan.

“Karena itu, pengalaman selama menjalani proses pembentukan sebagai Paskibraka diharapkan dapat menjadi bekal bagi para pelajar untuk menghadapi tantangan di masa depan,” harapnya.

Lebih lanjut, Lis mengingatkan bahwa generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya.

Jika dahulu para pahlawan berjuang melawan penjajahan, maka generasi sekarang menghadapi tantangan berupa narkoba, intoleransi, perpecahan, serta dampak perkembangan teknologi dan media sosial.

Medan perjuangan generasi muda saat ini berada di sekolah, kampus, tempat kerja, lingkungan masyarakat, media sosial hingga kehidupan sehari-hari.

“Senjata kalian adalah ilmu pengetahuan. Perisai kalian adalah iman dan karakter. Kekuatan kalian adalah persatuan. Dan tujuan kalian adalah membuat Indonesia menjadi bangsa yang maju, kuat, bermartabat dan dihormati dunia,” pesannya.

Lis menekankan pentingnya tiga nilai utama yang harus melekat pada generasi muda, yakni disiplin, integritas dan persatuan. Disiplin adalah kekuatan. Integritas adalah kehormatan. Persatuan adalah kekuatan bangsa. Dan cinta tanah air adalah jati diri kita. Sebagai putra-putri Tanjungpinang, para anggota Paskibraka juga diminta untuk tidak kehilangan akar budaya Melayu, tumbuh di tanah Melayu yang memiliki sejarah panjang serta menjunjung tinggi nilai-nilai marwah, kesantunan, keberanian, gotong royong dan persaudaraan. “Maka jadilah generasi yang tinggi ilmunya, kuat mentalnya, halus budinya, teguh pendiriannya dan luas pengabdiannya,” pesannya.

Pengukuhan ditutup dengan ikrar dan semangat para anggota Paskibraka untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Lis berharap pengalaman menjadi Paskibraka tidak berhenti pada pelaksanaan tugas pengibaran bendera, tetapi menjadi fondasi karakter dalam perjalanan mereka sebagai generasi penerus bangsa.

“Di mana pun bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Di mana pun kita berdiri, Merah Putih harus tetap kita junjung tinggi,” tutupnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses