KARIMUN | WARTA RAKYAT — Partai Golkar Kabupaten Karimun menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VI Tahun 2026 dengan mengusung tema “Golkar Solid Indonesia Maju” di Hotel Aston Karimun, Minggu (16/8/2026).
Forum ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi internal sekaligus penataan strategi politik Partai Golkar di Kabupaten Karimun untuk menghadapi agenda organisasi dan politik ke depan.
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau, Ade Angga, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan panitia, hingga batas akhir pendaftaran calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Karimun hanya terdapat satu kandidat yang mendaftarkan diri, yakni Raja Rafiza.
Menurutnya, apabila calon tunggal tersebut telah memenuhi seluruh persyaratan sebagaimana diatur dalam AD/ART, petunjuk pelaksanaan (juklak), serta ketentuan organisasi Partai Golkar, maka Raja Rafiza dapat ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Karimun.
“Kalau ada satu-satunya pendaftar dan memenuhi syarat sesuai AD/ART, maka akan langsung ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Karimun. Namun, mekanisme Musda tetap kita ikuti sesuai aturan yang berlaku,” ujar Ade Angga.
Ade Angga juga menegaskan pentingnya menjaga hubungan konstruktif antara Partai Golkar dengan Pemerintah Kabupaten Karimun.
Ia mengapresiasi kehadiran Bupati Karimun dalam Musda sekaligus berharap komunikasi dan sinergi yang selama ini terbangun dapat terus diperkuat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Pak Bupati. Selama ini komunikasi dan hubungan kerja antara Partai Golkar dengan Pemerintah Kabupaten Karimun sudah terjalin dengan sangat baik. Mudah-mudahan kerja sama ini terus dilanjutkan demi pembangunan Kabupaten Karimun,” katanya.
Lebih jauh, Ade Angga mengungkapkan target politik Partai Golkar di Kabupaten Karimun. Partai berlambang pohon beringin itu menargetkan peningkatan perolehan kursi legislatif hingga delapan kursi di tingkat kabupaten, sementara target di tingkat Provinsi Kepulauan Riau dipertahankan sebanyak dua kursi.
Untuk merealisasikan target tersebut, konsolidasi organisasi menjadi agenda utama pasca-Musda.
Sesuai instruksi DPP Partai Golkar, musyawarah di tingkat kecamatan ditargetkan telah rampung paling lambat 30 Oktober 2026, kemudian dilanjutkan dengan musyawarah di tingkat kelurahan dan desa hingga akhir tahun.
“Setelah Musda, target pertama yang harus dikejar adalah melaksanakan musyawarah tingkat kecamatan paling lambat 30 Oktober 2026. Setelah itu, sampai akhir tahun harus sudah dilaksanakan musyawarah di tingkat kelurahan maupun desa,” tegas Ade Angga.
Ia menambahkan, Musda Partai Golkar di Kabupaten Karimun merupakan bagian dari rangkaian konsolidasi organisasi di seluruh wilayah Kepulauan Riau.
Sejumlah kabupaten/kota telah lebih dahulu melaksanakan Musda, sedangkan Kabupaten Karimun menjadi daerah ketiga yang menggelar agenda tersebut. Selanjutnya, Musda dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Lingga pada pekan berikutnya.
Musda VI Partai Golkar Karimun dengan demikian tidak sekadar menjadi forum pergantian atau penetapan kepemimpinan, tetapi juga menjadi titik awal untuk memperkuat struktur organisasi hingga tingkat akar rumput.
Konsolidasi berjenjang tersebut diharapkan mampu mengembalikan soliditas kader sekaligus memperkuat daya tawar politik Partai Golkar dalam pembangunan daerah.
Dengan mengusung semangat “Golkar Solid Indonesia Maju”, kepemimpinan baru nantinya dituntut tidak hanya mampu mengonsolidasikan mesin partai, tetapi juga menghadirkan kontribusi politik yang konkret bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Karimun. (Nov)






