Kado HUT ke-81 RI: Investasi Batam Tumbuh, Amsakar-Li Claudia Pastikan Lapangan Kerja Terus Bertambah

Wali Kota Batam sekaligus ex-officio Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota Batam sekaligus ex-officio Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra

BATAM | WARTA RAKYAT – Hingga Semester I 2026, realisasi investasi Batam terus tumbuh dan mendorong penyerapan tenaga kerja hingga 40.943 orang, atau bertambah 9.964 orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian tersebut menjadi kado istimewa bagi Batam dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bagi Batam, kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui upacara setiap 17 Agustus. Sebagai daerah perbatasan yang berhadapan langsung dengan Singapura dan Malaysia, sekaligus kawasan industri, perdagangan, dan investasi, kemerdekaan diterjemahkan melalui pembangunan yang mampu menghadirkan kesejahteraan dan membuka kesempatan bagi masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam sekaligus ex-officio Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam sekaligus ex-officio Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, penguatan ekonomi menjadi salah satu bagian penting dalam mengisi kemerdekaan.

Kemerdekaan, bagi Batam, tercermin dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi, kehidupan sosial yang harmonis, serta pelayanan publik yang terbuka dan setara.

Dari sisi ekonomi, Batam terus diarahkan menjadi kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas (Free Trade Zone/FTZ) sekaligus salah satu pusat investasi di wilayah Sumatera.

Pertumbuhan investasi diharapkan membuka semakin banyak lapangan kerja, tidak hanya bagi masyarakat Kepulauan Riau, tetapi juga bagi masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia yang memilih Batam sebagai tempat untuk bekerja dan membangun kehidupan.

Kemerdekaan juga tercermin dalam kehidupan sosial masyarakat Batam yang majemuk. Berbagai suku dan latar belakang, mulai dari Melayu, Batak, Jawa, Tionghoa, Minang, Aceh hingga masyarakat Indonesia Timur, dan suku lainnya, hidup berdampingan dalam semangat Harmony in Diversity.

Keragaman tersebut menjadi kekuatan Batam dalam membangun kota yang inklusif. Pemerintah juga terus mendorong agar seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh kesempatan dan perlakuan yang setara dalam berbagai bidang kehidupan.

Sementara dari sisi pelayanan, kemerdekaan dimaknai sebagai hak setiap warga untuk memperoleh pelayanan publik yang cepat, transparan, dan adil. Dengan jumlah penduduk lebih dari 1,3 juta jiwa, Pemko Batam terus berupaya memastikan pelayanan diberikan tanpa membedakan latar belakang, suku, maupun asal-usul masyarakat.

Semangat tersebut selaras dengan tema HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.” Tema tersebut sejalan dengan visi pembangunan Batam di bawah kepemimpinan Amsakar-Li Claudia, yakni mewujudkan Batam Kota Madani yang Inovatif, Berbudaya, dan Berkelanjutan sebagai Pusat Investasi dan Pariwisata.

Dengan demikian, semangat kemerdekaan di Batam tidak berhenti pada seremoni tahunan. Kemerdekaan diterjemahkan melalui kerja nyata untuk memperkuat perekonomian, menjaga kerukunan masyarakat, membuka kesempatan yang setara, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin dekat dengan kebutuhan warga.

Amsakar mengatakan, pertumbuhan investasi menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus menguat. Namun, menurutnya, keberhasilan investasi tidak cukup diukur dari besarnya nilai penanaman modal.

“Kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus menguat. Tugas kita adalah memastikan kepercayaan tersebut dijawab dengan pelayanan yang semakin baik, kepastian berusaha, dan pembangunan infrastruktur yang mendukung kebutuhan investor,” ujar Amsakar, Minggu (16/8/2026).

Menurutnya, investasi yang masuk harus memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan masyarakat. Karena itu, pihaknya terus mendorong percepatan realisasi investasi, pengembangan industri, serta pembukaan lapangan kerja.

“Kita tidak boleh berhenti pada angka. Yang paling penting adalah bagaimana investasi ini terus bergerak, proyeknya terealisasi, lapangan kerja tercipta, industri berkembang, dan memberikan multiplier effect bagi ekonomi Batam,” katanya.

*Ciptakan Lapangan Kerja*

Pertumbuhan investasi tersebut sejalan dengan meningkatnya penyerapan tenaga kerja. Jumlah tenaga kerja yang tercatat naik dari 30.979 orang pada Semester I 2025 menjadi 40.943 orang pada Semester I 2026.

Dengan demikian, terdapat tambahan 9.964 tenaga kerja atau tumbuh 32,16 persen dalam setahun. Angka tersebut menunjukkan aktivitas investasi di Batam semakin memberikan dampak terhadap kegiatan ekonomi dan kesempatan kerja.

Bagi Amsakar, bertambahnya lapangan kerja merupakan bagian penting dari tujuan pembangunan. Investasi, kata dia, harus memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

“Batam harus terus tumbuh sebagai kota investasi yang kompetitif, produktif, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Kita jaga kepercayaan investor, kita percepat realisasi investasi, dan kita pastikan pertumbuhan ekonomi Batam semakin kuat,” ujarnya.

*Pelayanan Investasi Harus Terus Diperkuat*

Sementara itu, Li Claudia Chandra mengatakan pertumbuhan investasi harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada dunia usaha. Menurutnya, investor membutuhkan kepastian sejak proses awal penanaman modal hingga proyek beroperasi.

“Pelayanan publik harus cepat, kolaborasi lintas instansi juga semakin kuat, serta berbagai hambatan investasi diselesaikan secara cepat dan terukur. Ini menjadi faktor penting untuk memberikan kepastian dan kenyamanan bagi investor,” kata Li Claudia.

Ia mengatakan, Pemko Batam bersama BP Batam dan seluruh pemangku kepentingan akan terus memperkuat koordinasi agar kebutuhan investor dapat direspons secara cepat dan tepat.

“Kita ingin investor tidak hanya datang ke Batam, tetapi juga merasa nyaman untuk berkembang dan melakukan ekspansi di Batam,” ujarnya.

Menurut Li Claudia, keberhasilan investasi pada akhirnya harus dirasakan masyarakat. Selain menciptakan lapangan kerja, investasi diharapkan mampu memperkuat industri lokal, meningkatkan aktivitas ekonomi, dan memperkuat daya saing Batam.

*Pertumbuhan Investasi*

Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi Batam pada Semester I 2026 mencapai Rp29,89 triliun. Nilai tersebut terdiri atas penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp17,80 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp12,09 triliun.

Capaian tersebut tumbuh 27,31 persen secara tahunan dibandingkan Semester I 2025.

Sementara berdasarkan metode bottom-up BP Batam, realisasi investasi mencapai Rp38,97 triliun. Nilai tersebut terdiri atas Rp36,58 triliun modal tetap dan Rp2,39 triliun modal lancar.

Dengan target investasi Batam sebesar Rp70 triliun pada 2026, capaian Rp38,97 triliun tersebut telah mencapai 55,67 persen dari target tahunan.

Capaian investasi dan penyerapan tenaga kerja tersebut menjadi bagian dari upaya Batam mengisi kemerdekaan melalui pembangunan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi diharapkan terus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bagi Amsakar dan Li Claudia, investasi bukan sekadar angka. Lebih dari itu, investasi harus menjadi pintu masuk bagi terciptanya lapangan kerja, tumbuhnya dunia usaha, dan semakin kuatnya daya saing Batam.

Semangat kemerdekaan pun diterjemahkan melalui kerja bersama pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk menjadikan Batam semakin maju, produktif, kompetitif, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Humas Diskominfo Batam)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses