KARIMUN | WARTA RAKYAT — Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 di Kabupaten Karimun bukan sekadar perayaan seremonial belaka.
Di balik khidmatnya barisan peserta upacara yang memadati halaman Kantor Bupati Karimun pada Senin (27/7/2026), terselip sebuah komitmen mendalam dari pemerintah daerah dalam merawat tunas-tunas bangsa agar tumbuh menjadi generasi yang unggul, berdaya saing, dan berintegritas.
Upacara kenegaraan yang sarat akan makna kebersamaan ini dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Karimun, Sularno, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Di tengah semangat nasionalisme yang membara, momentum tersebut dirangkai dengan penyerahan penghargaan khusus dari Pemerintah Kabupaten Karimun kepada jajaran pengurus Forum Anak Kabupaten Karimun (Forakka) periode 2025–2027.
Penghargaan bergengsi ini diberikan kepada para figur muda penggerak partisipasi anak, yakni:
▪︎ Muhammad Faruq Alhazen, sebagai Ketua
▪︎ Muhammad Bagir Notonegoro, sebagai Wakil Ketua I
▪︎ Winayra Athifa, sebagai Wakil Ketua II
▪︎ Annisa Rifky Maulida, sebagai Wakil Ketua III
▪︎ Farah Fiorenza, sebagai Sekretaris
Pj Sekda Karimun, Sularno, menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional harus dimaknai sebagai momentum strategis untuk menggugah kepedulian kolektif seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, pemenuhan hak dasar anak yang meliputi hak untuk hidup, tumbuh kembang, perlindungan, hingga hak berpartisipasi secara optimal merupakan fondasi mutlak dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas.
“Anak-anak adalah aset terbesar bangsa dan pemegang estafet kepemimpinan di masa depan. Oleh karena itu, memastikan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang mereka adalah tanggung jawab kita bersama, mulai dari lingkungan keluarga hingga tingkat negara,” tegas Sularno.
Pernyataan tersebut merefleksikan keseriusan pemerintah daerah dalam menerjemahkan visi besar perlindungan anak ke dalam kerja-kerja nyata di lapangan.
Komitmen kuat Pemkab Karimun ini selaras dengan berbagai program strategis yang terus digenjot guna mewujudkan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) secara paripurna.
Melalui sinergi lintas sektoral yang melibatkan jajaran pemerintah, orang tua, institusi pendidikan, hingga masyarakat luas, Pemkab Karimun bertekad menekan angka kekerasan terhadap anak.
Tidak hanya berfokus pada aspek perlindungan, pemerintah juga berkomitmen membuka ruang seluas-luasnya bagi kreativitas, inovasi, serta ekspresi positif generasi muda di Bumi Berazam.
Kehadiran Forakka di garda terdepan terbukti menjadi katalisator penting dalam menyuarakan suara anak-anak Karimun dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
Melalui gema Hari Anak Nasional 2026 ini, seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Karimun diharapkan semakin memperkuat kolaborasi nyata.
Dengan sinergi yang solid, anak-anak Karimun diproyeksikan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, ceria, terlindungi secara optimal, dan siap mengemban estafet kepemimpinan masa depan dengan penuh integritas dan rasa tanggung jawab. (Nov)






