Geger! Lansia 80 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Kundur, Polisi Ungkap Dugaan Motif

Petugas mengevakuasi pria lanjut usia berinisial B (80) yang ditemukan dalam kondisi tergantung di dalam rumah yang berada di RT 003/RW 003, Desa Lubuk, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. (FOTO: Ist/WARTA RAKYAT)

KARIMUN | WARTA RAKYAT — Warga Desa Lubuk, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, digemparkan dengan penemuan seorang pria lanjut usia berinisial B (80) yang ditemukan meninggal dunia di rumahnya, Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.

Korban ditemukan dalam kondisi tergantung di dalam rumah yang berada di RT 003/RW 003, Desa Lubuk.

Bacaan Lainnya

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh istrinya, N (70), yang terbangun untuk pergi ke kamar mandi.

Saat itu, saksi melihat korban dalam kondisi tergantung dan spontan berteriak meminta bantuan.

Mendengar teriakan tersebut, menantu korban, RS (36), datang dan sempat mengira korban terjatuh ketika hendak menuju kamar mandi.

RS kemudian meminta bantuan ES (43) untuk mengangkat korban. Setelah mengetahui kondisi korban, ES selanjutnya menghubungi Ketua RT setempat.

Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Bhabinkamtibmas hingga akhirnya anggota piket Polsek Kundur menerima laporan dan bergerak menuju lokasi kejadian.

Sekitar pukul 02.45 WIB, personel Polsek Kundur tiba di tempat kejadian perkara (TKP) dan langsung melakukan tindakan kepolisian serta pemeriksaan awal di lokasi.

Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Tanjung Batu Kundur sekitar pukul 03.30 WIB untuk menjalani pemeriksaan visum.

Kapolsek Kundur, AKP Sarianto, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Menurutnya, berdasarkan keterangan awal yang dihimpun pihak kepolisian, korban diduga mengalami depresi akibat penyakit menahun yang telah lama dideritanya.

“Dari hasil pemeriksaan awal dan keterangan para saksi, korban diduga mengalami depresi karena sakit menahun yang dideritanya,” ujarnya.

Dalam penanganan perkara tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi, di antaranya tali nilon berwarna biru dengan panjang sekitar satu meter serta pakaian korban.

AKP Sarianto menegaskan, pihak kepolisian telah melakukan langkah-langkah sesuai prosedur setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut.

“Personel sudah mendatangi TKP, melakukan pemeriksaan dan mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan kejadian,” katanya.

Peristiwa ini menjadi perhatian tersendiri, terutama bagi keluarga dan lingkungan sekitar untuk lebih peka terhadap kondisi anggota keluarga yang mengalami sakit berkepanjangan maupun tekanan psikologis. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses