KARIMUN | WARTA RAKYAT – Warga RT 002/RW 003, Kelurahan Pamak, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, dikejutkan dengan ditemukannya seorang pria dewasa berinisial YA (40) dalam kondisi meninggal dunia di dalam rumahnya, Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.
Peristiwa tersebut diduga merupakan aksi bunuh diri. Kepolisian kini masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab serta rangkaian kejadian secara menyeluruh.
Informasi awal menyebutkan, sebelum kejadian, korban sempat berada bersama istrinya di dalam rumah.
Sekitar pukul 04.30 WIB, korban sempat melakukan tindakan yang membuat istrinya curiga dan berupaya mencegahnya.
Dalam percakapan tersebut, korban disebut sempat menyampaikan kalimat yang mengindikasikan keinginannya untuk mengakhiri hidup.
Istri korban kemudian berupaya mencari pertolongan kepada warga sekitar. Namun, ketika kembali ke rumah sekitar pukul 05.00 WIB, korban sudah ditemukan dalam kondisi tidak bergerak.
Teriakan minta pertolongan dari istri korban kemudian mengundang perhatian warga.
Salah seorang saksi yang datang ke lokasi selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tebing.
Mendapat laporan, personel Polsek Tebing bergerak cepat menuju lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), melakukan pemeriksaan awal serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Sekitar pukul 05.50 WIB, personel Inafis Polres Karimun turut tiba di lokasi dan melakukan olah TKP serta pemeriksaan terhadap kondisi korban dan sejumlah barang yang berada di sekitar lokasi.
Kanit Reskrim Polsek Tebing, IPDA OM Kenedi, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Ia mengatakan, pihak kepolisian masih melakukan penanganan dan pendalaman untuk memastikan fakta-fakta di balik kejadian.
“Untuk sementara, kami masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap kejadian ini. Kami juga sudah melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi serta mengamankan sejumlah barang yang berkaitan dengan peristiwa tersebut,” ujar IPDA OM Kenedi.
Menurutnya, kepolisian juga telah melakukan evakuasi korban ke RSUD Muhammad Sani untuk menjalani pemeriksaan medis dan Visum Et Repertum.
“Hasil pemeriksaan medis masih kami tunggu. Jadi, untuk penyebab kematian secara medis masih menunggu hasil visum,” katanya.
Sejumlah barang telah diamankan kepolisian sebagai bagian dari proses penyelidikan, termasuk tali, kursi, tangga serta beberapa barang lain yang ditemukan di lokasi.
Polisi juga menemukan bukti terkait pengobatan korban yang tercatat beberapa hari sebelum kejadian.
Namun, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan belum menarik kesimpulan mengenai kaitan hal tersebut dengan peristiwa yang terjadi.
IPDA OM Kenedi menegaskan, seluruh rangkaian penanganan dilakukan sesuai prosedur, mulai dari pengamanan TKP, olah TKP, pemeriksaan saksi, pengamanan barang bukti hingga pemeriksaan medis terhadap korban.
“Semua masih dalam proses. Kami mengimbau agar informasi yang berkembang di tengah masyarakat tidak disimpulkan sendiri sebelum hasil pemeriksaan dan penyelidikan selesai,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak medis masih melakukan pemeriksaan terhadap korban dan kepolisian masih menunggu hasil Visum Et Repertum sebagai bagian penting dalam memastikan fakta medis atas peristiwa tersebut. (Nov)






