Dorong Swasembada Beras, Bupati Ing Iskandarsyah Siapkan Anggaran Pupuk di Atas Rp5 Miliar

Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, menyampaikan kata sambutan dalam pelantikan Pengurus DPC PERPADI Kabupaten Karimun periode 2026–2031, di Gedung Nasional Tanjung Balai Karimun, Rabu (9/9/2026). FOTO: Nov/WARTA RAKYAT

KARIMUN | WARTA RAKYAT — Pemerintah Kabupaten Karimun mulai menempatkan penguatan sektor pertanian sebagai salah satu agenda strategis untuk menekan ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah.

Langkah itu salah satunya diarahkan melalui peningkatan bantuan pupuk bagi petani.

Bacaan Lainnya

Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, bahkan menyebut pemerintah daerah tengah menyiapkan anggaran yang nilainya diproyeksikan lebih dari Rp5 miliar untuk program tersebut pada tahun depan.

“Tahun depan kami akan dorong, secara umum dulu ya, yaitu meningkatkan bantuan pupuk. Mungkin di atas Rp5 miliar akan kami anggarkan,” ujarnya, Rabu (9/9/2026).

Menurutnya, kebutuhan pupuk di Karimun terbilang besar. Dalam sebulan, kebutuhan pupuk disebut mencapai sekitar 2.160 ton, termasuk kebutuhan yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Besarnya kebutuhan tersebut, kata Ing Iskandarsyah, sekaligus menunjukkan bahwa penguatan produksi pangan lokal tidak bisa dilakukan secara parsial.

Dukungan terhadap petani harus berjalan beriringan dengan ketersediaan sarana produksi dan penguatan ekosistem pertanian.

“Karimun memiliki peluang untuk kembali membangun kekuatan produksi beras secara mandiri ” tegasnya.

Bupati mengingatkan, upaya menuju swasembada beras bukan sesuatu yang sepenuhnya baru bagi Karimun. Pada periode 2010–2018, daerah tersebut pernah menjalankan pengembangan produksi padi.

“Karimun swasembada beras. Sebenarnya kita sudah coba. Tahun 2010-2018 sudah ada itu,” katanya.

Optimisme tersebut semakin menguat setelah sejumlah wilayah di Karimun kembali menunjukkan aktivitas produksi padi.

Bupati Ing Iskandarsyah menyebut dirinya telah beberapa kali menghadiri panen di sejumlah titik, antara lain di Meral, Kundur, hingga Kundur Barat.

“Saya yakin bisa, cuma nanti jenisnya saja nanti,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan ke depan bukan semata-mata memperluas areal persawahan, tetapi juga menemukan pola dan jenis tanaman padi yang paling sesuai dengan karakteristik lahan di Karimun.

Selama ini, lanjutnya, masih terdapat anggapan bahwa tanaman padi selalu identik dengan kebutuhan air yang tinggi.

Karena itu, diperlukan inovasi dan pendekatan yang lebih adaptif agar pengembangan padi dapat disesuaikan dengan kondisi wilayah.

Bagi Ing Iskandarsyah, peningkatan produksi beras lokal memiliki arti strategis. Selain memperkuat ketahanan pangan, produksi dari dalam daerah juga berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar Karimun.

“Kalau kita bisa mendorong menanam padi, kan ini juga bisa mengurangi ketergantungan kita dari luar,” katanya.

Ia menilai persoalan transportasi menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi tingginya harga komoditas pangan ketika pasokan harus didatangkan dari luar daerah.

Karena itu, membangun produksi pangan sendiri dinilai bukan sekadar persoalan pertanian, melainkan bagian dari strategi menekan biaya distribusi sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan Ing Iskandarsyah usai menghadiri pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (DPC PERPADI) Kabupaten Karimun periode 2026–2031, di Gedung Nasional Tanjung Balai Karimun, Rabu (9/9/2026).

Di tengah momentum tersebut, Bupati Ing Iskandarsyah menyampaikan satu kalimat yang menggambarkan arah besar kebijakan pangan yang ingin dibangun pemerintah daerah.

“Daripada jadi ilalang, lebih baik jadi padi. Kalimat ini bukan sekadar ungkapan, tapi menjadi metafora tentang pilihan untuk mengubah lahan, dukungan anggaran, dan potensi pertanian menjadi kekuatan pangan yang mampu mengurangi ketergantungan terhadap daerah lain,” ujarnya. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses