Bupati Ing Iskandarsyah Dorong Budaya Melayu Naik Kelas, Dari Warisan Tradisi Menjadi Kekuatan Ekonomi Karimun

Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, saat membuka Sembang Budaya yang digelar Rumah Literasi Cik Puan di Gedung Nasional Tanjung Balai Karimun, Selasa 8 September 2026. (FOTO: Nov/WARTA RAKYAT)

KARIMUN | WARTA RAKYAT — Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, mendorong agar kebudayaan Melayu tidak berhenti sebagai warisan yang hanya dijaga, tetapi dikembangkan menjadi kekuatan strategis untuk menggerakkan pariwisata sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat.

Gagasan itu disampaikan Ing Iskandarsyah saat menghadiri Sembang Budaya yang digelar Rumah Literasi Cik Puan di Gedung Nasional Tanjung Balai Karimun, Selasa (8/9/2026).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, budaya memiliki nilai strategis apabila mampu dikemas secara kreatif dan dipromosikan secara konsisten. Bukan sekadar identitas, kebudayaan dapat menjadi instrumen promosi daerah sekaligus sumber pendapatan baru.

“Bahwa budaya itu bisa kita kemas, kemudian bisa dijadikan salah satu cara kita untuk meningkatkan penghasilan dan sebagainya,” ujar Ing Iskandarsyah.

Ia kemudian mengambil contoh Korea Selatan yang dinilainya berhasil menjadikan budaya sebagai salah satu kekuatan dalam membangun citra negaranya di mata dunia.

Fenomena drama Korea hingga popularitas grup musik BTS, kata dia, menunjukkan bagaimana produk budaya dapat dikembangkan menjadi kekuatan promosi yang berdampak luas.

“Saya kasih contoh Korea Selatan. Korea Selatan itu ada dua kekuatan yang mereka tonjolkan dalam membangun negara mereka. Yang pertama, budaya. Drakor, mereka nyanyi lagu-lagu BTS,” katanya.

Budaya, lanjut Ing Iskandarsyah, bahkan telah menjadi bagian dari diplomasi dan promosi Korea Selatan di panggung internasional.

Ia mencontohkan BTS yang pernah tampil sebagai pembicara dalam forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Bagi Karimun, pendekatan serupa dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan, terlebih daerah ini memiliki akar budaya Melayu yang kuat.

Ing Iskandarsyah menilai kekayaan budaya Melayu Karimun dapat menjadi modal penting apabila dikemas menjadi bagian dari agenda pariwisata dan ekonomi kreatif.

Ia menyinggung beragam tradisi dan aktivitas budaya masyarakat yang selama ini hidup di tengah masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan dan tradisi Melayu seperti Barzanji yang menurutnya juga memiliki nilai budaya dan potensi untuk dipromosikan.

“Sebenarnya kalau kita misalnya acara di Kepulauan Paret, kalau pas acara Maulid Nabi, Syariful Anam misalnya, itu juga bagian dari yang mesti kita jual dan bisa kita promosikan. Atau Barzanji misalnya,” ujarnya.

Menurutnya, perspektif terhadap kebudayaan perlu diperluas. Tradisi tidak semata-mata dipandang sebagai peninggalan masa lalu, tetapi dapat menjadi heritage atau warisan budaya yang mempunyai nilai ekonomi ketika dikelola secara tepat.

Karena itu, pemerintah daerah, menurut Ing Iskandarsyah, perlu menempatkan kebudayaan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan sektor pariwisata.

Ia menyebut konsep sport tourism hingga heritage tourism sebagai ruang yang dapat dikembangkan Karimun untuk memperluas daya tarik wisata daerah.

“Makanya kami menempatkan namanya tourism. Ada sport tourism, ada namanya heritage kebudayaan heritage artinya warisan budaya,” ucapnya.

Pernyataan tersebut menegaskan arah pandang pemerintah daerah bahwa budaya dan pariwisata bukan dua sektor yang berjalan sendiri-sendiri.

Keduanya dapat dirangkai menjadi ekosistem ekonomi baru, dengan masyarakat dan pelaku budaya sebagai bagian penting di dalamnya.

Dengan kekayaan tradisi Melayu yang dimiliki, Karimun dinilai memiliki modal sosial dan budaya untuk membangun identitas pariwisata yang lebih khas bukan sekadar menjual destinasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman budaya yang memiliki nilai dan daya saing.

“Ketika budaya mampu dikemas, dipromosikan, dan dikelola secara profesional, warisan leluhur tidak hanya menjadi identitas Karimun, tetapi juga dapat berubah menjadi kekuatan ekonomi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” tutup Ing Iskandarsyah. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses