KARIMUN | WARTA RAKYAT — Pemerintah Kabupaten Karimun memperkuat sinergi dengan Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI) untuk menjaga pasokan sekaligus menekan harga beras di daerah.
Komitmen itu disampaikan Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, usai menghadiri pelantikan Pengurus DPC PERPADI Kabupaten Karimun periode 2026–2031 di Gedung Nasional Tanjung Balai Karimun, Rabu (9/9/2026).
Pengurus dilantik Ketua DPD PERPADI Provinsi Kepulauan Riau, Syamsul.
Ing Iskandarsyah berharap PERPADI dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan.
Menurutnya, beras merupakan salah satu komoditas yang sangat memengaruhi inflasi.
“Harapan kami dengan bersinergi, kita mampu untuk menekan harga beras semuanya. Kita tahu bahwa inflasi itu sangat dipengaruhi oleh bahan pangan, salah satunya adalah beras,” ujar Ing Iskandarsyah.
Ia juga mendorong Karimun tidak terus bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Kendati berstatus wilayah kepulauan, menurutnya, Karimun tetap memiliki peluang mengembangkan produksi padi.
“Bagi kita Karimun, bukan berarti kita tidak bisa menanam padi. Kita daerah kepulauan, jadi harus mencoba,” tegasnya.
Ing Iskandarsyah mengakui pengembangan padi mungkin belum sepenuhnya menguntungkan secara kalkulasi biaya.
Namun, teknologi diyakini dapat menjadi jawaban untuk meningkatkan produktivitas.
“Ini masalah sentuhan teknologi saja. Ketika ada teknologi yang baru bisa kita kembangkan, bisa jadi satu hektare itu bisa menghasilkan 7 sampai 8 ton,” katanya.
Menurutnya, langkah tersebut relevan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar yang rentan terdampak biaya transportasi dan gangguan distribusi.
“Sangat relevan, sangat-sangat relevan. Makanya saya hadir untuk memberikan dukungan sebagai pemerintah dalam acara ini,” pungkasnya. (Nov)






