KARIMUN | WARTA RAKYAT – Peringatan HUT ke-81 TNI di Kabupaten Karimun tidak sekadar diwarnai seremoni.
Kodim 0317/TBK menerjemahkan momentum tersebut melalui aksi nyata menjaga lingkungan dengan menanam mangrove di Pantai Indah, RT 003/RW 002, Desa Pangke, Kecamatan Meral Barat, Rabu (9/9/2026).
Sekitar 80 peserta dari unsur TNI, pemerintah daerah, Polri, organisasi masyarakat, Persit hingga masyarakat bergerak bersama menanam bibit mangrove di kawasan pesisir.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan garis pantai sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem laut dari ancaman abrasi.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB itu menegaskan satu pesan, yaitu menjaga pesisir bukan pekerjaan satu institusi, melainkan tanggung jawab bersama.
Mewakili Dandim 0317/TBK, Kasdim 0317/TBK Mayor Inf Istain Tamimi mengatakan, penanaman mangrove tidak boleh berhenti ketika bibit telah tertanam.
Menurutnya, keberhasilan gerakan penghijauan pesisir justru ditentukan oleh konsistensi seluruh pihak dalam merawat dan menjaga tanaman tersebut.
“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak serta masyarakat yang telah berpartisipasi. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama untuk merawat ekosistem laut dan melindungi garis pantai dari abrasi,” ujar Istain.
Ia menegaskan, Kodim 0317/TBK berkomitmen untuk terus mendukung program penghijauan kawasan pesisir di Kabupaten Karimun.
“Kami berkomitmen mendukung program penanaman mangrove secara maksimal. Kami berharap kegiatan ini menjadi simbol komitmen jangka panjang yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” katanya.
Pesan serupa disampaikan Camat Meral Barat Isnaidi yang mewakili Bupati Karimun.
Ia meminta masyarakat sekitar Pantai Indah mengambil peran aktif setelah penanaman dilakukan.
“Mangrove yang sudah ditanam harus dijaga bersama. Jangan sampai kita acuh, karena keberadaannya penting untuk melindungi kawasan pantai dari abrasi dan menjaga ekosistem,” katanya.
Menurutnya, keberadaan mangrove memiliki nilai strategis bagi kawasan pesisir.
Selain menjadi benteng alami menghadapi abrasi, mangrove juga berperan dalam menjaga keberlangsungan ekosistem di wilayah pantai.
Kegiatan tersebut turut melibatkan berbagai unsur, di antaranya Lanal Karimun, Polres Karimun, Yonif 136/Tuah Sakti, Satbrimob Polda Kepri, Subdenpom 1/6-2/TBK, DPRD Karimun, Kejaksaan Negeri Karimun, FKPPI, PPM, HKKA, Persit serta masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 12.05 WIB dalam keadaan aman dan tertib.
Momentum HUT ke-81 TNI di Pangke akhirnya meninggalkan pesan yang lebih panjang dari sekadar seremoni.
Bibit mangrove yang ditanam hari ini menjadi simbol bahwa pertahanan tidak hanya berbicara tentang menjaga wilayah, tetapi juga merawat lingkungan yang menjadi bagian penting dari masa depan masyarakat pesisir Karimun. (Nov)






