Dukungan Bupati Ing Iskandarsyah Berbuah Manis, BPR Tuah Karimun Cetak Rekor Aset Rp48 Miliar

Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah bersama Direktur Utama BPR Tuah Karimun, Siska Naritasari (kiri) menunjukkan simbol dukungan dan sinergi dalam kegiatan bersama belum lama ini. (Foto: Nov)

KARIMUN | WARTA RAKYAT — Dukungan Pemerintah Kabupaten Karimun terhadap penguatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) mulai menunjukkan hasil nyata.

PT BPR Tuah Karimun (Perseroda) mencatatkan kinerja positif dengan membukukan aset Rp48 miliar per 31 Juli 2026, tertinggi sepanjang 24 tahun perjalanan perusahaan sejak berdiri pada 2002.

Bacaan Lainnya

Tak hanya aset, kinerja laba BPR Tuah Karimun juga mengalami lonjakan signifikan. Perseroan berhasil mencatatkan laba Rp698 juta, atau meningkat sekitar 200 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Capaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa proses pembenahan, penguatan tata kelola dan strategi bisnis yang dijalankan BPR Tuah Karimun mulai memberikan dampak terhadap kesehatan dan performa perusahaan.

Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, menyambut positif perkembangan tersebut. Menurutnya, peningkatan kinerja BPR Tuah Karimun merupakan kabar baik bagi pemerintah daerah sekaligus menjadi bukti bahwa dukungan terhadap BUMD perlu dilakukan secara konsisten.

“Alhamdulillah, BPR semakin bagus kinerjanya, termasuk sudah mencetak laba. Sebagai kepala daerah, kami wajib mendukung BUMD-BUMD yang ada, termasuk BPR Tuah Karimun,” ujarnya kepada Warta Rakyat, Minggu (2/8/2026).

Menurut Bupati Ing Iskandarsyah, BUMD memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Karena itu, pemerintah daerah berkepentingan memastikan perusahaan milik daerah mampu dikelola secara profesional, sehat dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui penguatan permodalan, pembinaan serta kebijakan strategis yang memberikan ruang bagi BPR Tuah Karimun untuk melakukan konsolidasi dan meningkatkan kapasitas bisnisnya.

Per 31 Juli 2026, total aset BPR Tuah Karimun telah mencapai Rp48 miliar. Angka tersebut menjadi pencapaian tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Di sisi profitabilitas, laba sebesar Rp698 juta menunjukkan pertumbuhan sekitar 200 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut sekaligus memperlihatkan adanya perbaikan fundamental setelah berbagai langkah strategis dilakukan secara bertahap.

Dari sisi rentabilitas, Return on Asset (ROA) tercatat positif 2,56 persen. Sementara itu, efisiensi operasional juga semakin membaik dengan BOPO berada di level 85 persen.

“Indikator tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan BPR Tuah Karimun tidak hanya tercermin dari peningkatan aset, tetapi juga diikuti kemampuan menghasilkan laba dan mengendalikan biaya operasional secara lebih efektif,” ucap Bupati.

Kinerja positif tersebut tidak terlepas dari kerja bersama jajaran Direksi, Dewan Komisaris dan seluruh karyawan BPR Tuah Karimun dalam memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas aset, mengoptimalkan penyaluran kredit serta memperbaiki efisiensi dan kualitas pelayanan.

Di sisi lain, dukungan Pemerintah Kabupaten Karimun sebagai pemegang saham menjadi faktor penting dalam memperkuat fondasi perusahaan.

Sinergi tersebut diharapkan mampu menjadikan BPR Tuah Karimun bukan sekadar BUMD yang sehat secara finansial, tetapi juga memiliki kontribusi yang semakin besar terhadap perekonomian daerah.

Ke depan, BPR Tuah Karimun diarahkan untuk terus memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku UMKM, sembari meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat tata kelola perusahaan.

Pertumbuhan tersebut juga diharapkan dapat memperbesar peran BPR sebagai mitra masyarakat sekaligus instrumen pemerintah daerah dalam mendorong inklusi keuangan dan aktivitas ekonomi di Kabupaten Karimun.

“Capaian aset Rp48 miliar dan lonjakan laba 200 persen menjadi momentum penting bagi BPR Tuah Karimun untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya,” tegas Bupati Ing Iskandarsyah.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan konsolidasi internal yang semakin kuat, perusahaan memiliki ruang untuk terus meningkatkan daya saing sekaligus menjaga prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnis perbankan.

Bagi Pemerintah Kabupaten Karimun, semakin sehatnya BPR Tuah Karimun merupakan bagian dari upaya memperkuat kemandirian dan kontribusi BUMD terhadap pembangunan daerah.

“Rekor aset Rp48 miliar dan laba Rp698 juta bukan sekadar angka finansial, tetapi menjadi cerminan bahwa dukungan pemegang saham, pembenahan tata kelola dan kerja kolektif telah mulai menghasilkan kinerja yang lebih sehat,” pungkas Bupati Ing Iskandarsyah.

Ke depan, tantangannya adalah menjaga momentum tersebut agar BPR Tuah Karimun terus tumbuh secara profesional, sehat, berkelanjutan dan semakin dipercaya masyarakat Karimun. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses