KARIMUN | WARTA RAKYAT – Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Kabupaten Karimun terus menunjukkan progres positif. Hingga perkembangan terakhir, pendataan yang dilakukan di seluruh 14 kecamatan telah mencapai 84,48 persen dan ditargetkan rampung pada 15 Agustus 2026.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karimun, Lulus Haryono, mengatakan proses pendataan sejauh ini berjalan dengan baik berkat dukungan petugas lapangan serta koordinasi yang intensif bersama pemerintah daerah dan masyarakat.
“Hingga saat ini pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Karimun berjalan dengan baik. Progres pendataan di lapangan telah mencapai 84,48 persen. Apabila berjalan sesuai rencana, kami memperkirakan pendataan dapat diselesaikan pada 15 Agustus 2026,” ujarnya kepada Warta Rakyat, Rabu (5/8).
Untuk memastikan pendataan menjangkau seluruh sasaran, BPS Karimun mengerahkan 207 petugas, terdiri atas 28 Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) dan 179 Petugas Pencacah Lapangan (PPL).
Mereka bertugas memastikan usaha yang menjadi sasaran sensus tercatat secara lengkap, akurat dan berkualitas.
Meski progres terus meningkat, pelaksanaan sensus masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah penolakan sebagian masyarakat maupun pelaku usaha untuk memberikan data.
Menurut Lulus, kondisi tersebut antara lain dipengaruhi minimnya pemahaman mengenai tujuan dan manfaat Sensus Ekonomi serta beredarnya informasi yang kurang tepat di media sosial.
BPS Karimun terus mengedepankan pendekatan edukatif dengan memberikan penjelasan secara langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya sensus bagi pembangunan ekonomi.
“Petugas terus memberikan pemahaman mengenai tujuan dan manfaat Sensus Ekonomi. Kami juga memastikan kepada masyarakat bahwa data yang diberikan dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan perundang-undangan dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik,” jelasnya.
Lulus menilai kepercayaan masyarakat merupakan elemen penting dalam menghasilkan data statistik yang berkualitas.
Karena itu, pendekatan kepada pelaku usaha dilakukan secara persuasif agar mereka memahami bahwa partisipasi dalam sensus memiliki dampak strategis terhadap perencanaan pembangunan.
Untuk memperkuat pelaksanaan pendataan, BPS Karimun juga terus membangun koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Karimun, mulai dari Bupati, perangkat daerah, Ketua Satuan Lingkungan Setempat (SLS), pemerintah desa hingga kelurahan.
Dukungan tersebut dinilai sangat membantu petugas dalam membangun komunikasi dan kepercayaan dengan masyarakat di setiap wilayah pendataan.
Lulus menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan seluruh pelaku usaha yang telah berpartisipasi dalam SE2026. Ia berharap dukungan tersebut terus terjaga hingga seluruh proses pendataan selesai.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Karimun yang telah berpartisipasi. Kami berharap dukungan ini terus berlanjut hingga seluruh proses pendataan selesai,” katanya.
Lebih dari sekadar angka pendataan, hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya diharapkan menjadi fondasi penting dalam membaca struktur dan dinamika perekonomian Karimun.
Data yang akurat akan memberikan gambaran lebih utuh mengenai aktivitas usaha dan menjadi salah satu pijakan dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran, baik di tingkat daerah maupun nasional. (Nov)






