KARIMUN | WARTA RAKYAT — Di tengah kebutuhan pelayanan kemanusiaan yang terus menuntut kecepatan, kepedulian, dan kolaborasi, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Karimun memasuki momentum HUT ke-81 dengan pesan yang tegas, yakni gerakan kemanusiaan tidak boleh berhenti pada seremoni, tetapi harus hadir melalui aksi nyata yang dirasakan langsung masyarakat.
Mengusung tema “Peduli, Bergerak, Bersama”, peringatan HUT ke-81 PMI menjadi momentum untuk memperkuat kembali peran relawan, memperluas partisipasi masyarakat, serta membangun kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai persoalan kemanusiaan di Kabupaten Karimun.
Wakil Ketua PMI Kabupaten Karimun yang juga Anggota DPRD Karimun, Muhammad Firdaus, menilai tema tersebut memiliki pesan strategis karena pelayanan kemanusiaan membutuhkan keterlibatan dan kekuatan bersama.
“Tema Peduli, Bergerak, Bersama mengingatkan kita bahwa persoalan kemanusiaan bukan tanggung jawab satu pihak saja. Dibutuhkan kepedulian, gerakan nyata, dan kebersamaan dari seluruh elemen masyarakat,” ujar Muhammad Firdaus, Sabtu, 19 September 2026.
Menurutnya, PMI memiliki peran penting dalam memastikan semangat kemanusiaan tetap hidup di tengah masyarakat.
Kehadiran PMI tidak hanya berkaitan dengan kegiatan donor darah, tetapi juga mencakup berbagai aksi sosial, kesiapsiagaan, respons terhadap bencana, serta penguatan kapasitas relawan.
Karena itu, momentum HUT ke-81 PMI dinilai menjadi kesempatan untuk memperkuat fondasi gerakan kemanusiaan di Kabupaten Karimun agar semakin terorganisasi, responsif, dan dekat dengan masyarakat.
“PMI harus terus hadir di tengah masyarakat. Semangat kemanusiaan harus dibangun bersama, karena ketika kepedulian tumbuh dan semua bergerak, manfaatnya akan dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” katanya.
Firdaus menegaskan, kepedulian memiliki makna yang lebih besar ketika diwujudkan dalam tindakan.
Masyarakat yang peduli, menurutnya, perlu diberikan ruang untuk terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Semangat tersebut juga membutuhkan kolaborasi antara PMI dengan pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, komunitas, relawan, hingga masyarakat umum.
“Peduli harus menjadi sikap, bergerak harus menjadi tindakan, dan bersama menjadi kekuatan. Itulah semangat yang harus terus kita hidupkan dalam setiap kegiatan kemanusiaan,” tuturnya.
Ia berharap peringatan HUT ke-81 PMI tidak hanya menjadi penanda perjalanan organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperluas gerakan sosial dan meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa kemanusiaan merupakan tanggung jawab bersama.
Dengan semangat “Peduli, Bergerak, Bersama”, PMI Kabupaten Karimun diharapkan semakin konsisten menghadirkan pelayanan kemanusiaan sekaligus memperkuat jejaring relawan dan partisipasi publik dalam berbagai aksi sosial. (Nov)






