PLTU Unit 2 Terkoneksi, PLN Karimun Akselerasi Pemulihan Daya Total

PLTU Unit 2 Terkoneksi, PLN Karimun Akselerasi Pemulihan Daya Total. (Foto: ist)

KARIMUN | WARTA RAKYAT — Sektor kelistrikan di Kabupaten Karimun mencatat tonggak penting baru. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Unit 2 Tanjung Sebatak secara resmi berhasil terkoneksi dengan sistem kelistrikan setempat pada pukul 08.40 WIB.

Kehadiran tambahan kapasitas ini langsung mendongkrak daya mampu pembangkit Karimun dari semula 25 Megawatt (MW) menjadi 32 MW, membawa angin segar bagi keandalan pasokan energi di wilayah kepulauan ini.

Bacaan Lainnya

Kendati demikian, dinamika kebutuhan energi di lapangan masih memerlukan langkah-langkah penyeimbangan strategis.

Berdasarkan proyeksi operasional, beban puncak kelistrikan Karimun saat ini berada pada angka 35 MW. Dengan daya mampu aktual di kisaran 32 MW, sistem masih menyisakan selisih kebutuhan sebesar 3 MW.

Sebagai langkah preventif untuk menjaga stabilitas dan kontinuitas jaringan secara keseluruhan, PT PLN (Persero) mengimplementasikan Manajemen Daya yang terukur, khususnya pada waktu beban puncak malam hari yang berkisar antara pukul 17.30 hingga 22.00 WIB.

Guna menutupi defisit daya tersebut sekaligus mengembalikan performa sistem ke level optimal, PLN bergerak cepat dengan mengagendakan percepatan peremajaan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berkapasitas 6 MW.

Proyek pemulihan dan optimalisasi ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada minggu pertama Agustus 2026 mendatang.

Manager PLN Unit Pelayanan Pelanggan (ULP) Tanjung Balai Karimun, Ahmad Subhan Hadi, menegaskan bahwa seluruh tim teknis di lapangan bekerja secara maksimal untuk menuntaskan proses pemeliharaan dan peremajaan infrastruktur kelistrikan tepat waktu.

“Kami menyadari sepenuhnya bahwa keandalan listrik adalah nadi dari aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Karimun. Masuknya PLTU Unit 2 ke dalam sistem adalah bukti komitmen kami untuk terus memperkuat pasokan daya. Saat ini, fokus utama kami adalah merampungkan peremajaan PLTD 6 MW yang ditargetkan tuntas pada minggu pertama Agustus 2026 agar sistem kembali normal seutuhnya,” ujarnya, Jumat (24/7) siang.

Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi atas tingginya tingkat kesadaran dan pengertian masyarakat selama masa transisi manajemen beban ini berlangsung.

Pihaknya juga memohon dukungan moral serta doa dari seluruh pelanggan agar seluruh agenda percepatan teknis dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti.

“Sekali lagi, kami di PLN Karimun menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan pelanggan selama penerapan manajemen daya pada beban puncak malam hari. Dukungan dan kesabaran masyarakat Karimun adalah energi terbesar bagi kami untuk terus berbenah dan memberikan pelayanan yang terbaik,” pungkasnya. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses