KARIMUN | WARTA RAKYAT — Di tengah dinamika tugas pemerintahan yang kian kompleks dan sarat tekanan, Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, mengingatkan kembali pentingnya penguatan aspek spiritual bagi para aparatur negara.
Menurutnya, keseimbangan antara beban kerja yang tinggi dan kapasitas manusia hanya dapat dijembatani melalui keteguhan iman dan keikhlasan dalam mengemban amanah.
Pernyataan tersebut disampaikan Ing Iskandarsyah dalam sebuah kesempatan penting yang menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai landasan utama dalam menjalankan roda kepemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Karimun.
“Apalagi kita ini para pejabat yang diberikan amanah, salah satu yang harus kita perkuat adalah spiritual kita, ya,” ujar Ing Iskandarsyah, Kamis (23/7/2026).
Ia tidak menampik bahwa realitas birokrasi kerap menghadirkan tantangan berat, di mana ekspektasi waktu dan tenaga sering kali tidak sebanding dengan kompleksitas persoalan yang dihadapi di lapangan.
Namun, ia meyakini bahwa dimensi spiritual mampu menjadi sumber ketenangan sekaligus energi positif bagi setiap abdi negara.
“Karena kadang-kadang beban yang diberikan dengan waktu dan tenaga yang kita punya itu tidak seimbang. Tapi yakinlah, kalau niat kita karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena niat kita untuk mendapatkan pahala, rida Allah, keikhlasan, Allah akan berikan kemudahan bagi kita semuanya,” imbuhnya dengan penuh penekanan.
Sebagai solusi atas berbagai tantangan moral dan struktural tersebut, Bupati Karimun mengajak seluruh jajaran pejabat serta masyarakat untuk senantiasa mendekatkan diri kepada kitab suci.
Interaksi yang intensif dengan Al-Qur’an diyakini mampu melahirkan integritas, kejujuran, serta kepemimpinan yang berorientasi pada kemaslahatan umat.
“Sekali lagi dalam kesempatan yang mulia ini, mari kita berinteraksi dengan Al-Qur’an,” pungkasnya.
Pesan mendalam dari Bupati Karimun ini diharapkan menjadi refleksi sekaligus motivasi bagi jajaran birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun untuk bekerja tidak sekadar memenuhi target administratif, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian bernilai ibadah yang berlandaskan rida Sang Pencipta. (Nov)





