KARIMUN | WARTA RAKYAT — Momentum hari pertama masuk sekolah pascalibur panjang semester tidak sekadar menjadi rutinitas kalender akademik di Kabupaten Karimun.
Kehadiran Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, sebagai Pembina Upacara di SMP Negeri 1 Tebing pada Senin pagi (13/7/2026), membawa pesan simbolis yang kuat tentang arah baru dan komitmen pembenahan mutu pendidikan daerah.
Kehadiran orang nomor dua di Kabupaten Karimun tersebut sekaligus membuka secara resmi program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027.
Di hadapan ratusan siswa dan tenaga pendidik, ia menegaskan bahwa orientasi sekolah harus bertransformasi menjadi ruang yang memanusiakan manusia.
Rocky Marciano Bawole menaruh perhatian besar pada iklim psikologis siswa baru.
Ia menginstruksikan secara tegas agar pelaksanaan MPLS tahun ini menanggalkan pendekatan-pendekatan konvensional yang intimidatif, dan menggantinya dengan metode yang edukatif serta kreatif.
“Sekolah harus menjadi tempat yang paling aman dan dirindukan oleh anak-anak kita. Oleh karena itu, saya menekankan bahwa tidak ada ruang sedikit pun bagi segala bentuk kekerasan, perpeloncoan, maupun perundungan (bullying) dalam orientasi ini,” ujar Rocky dengan nada lugas.
Melalui penegasan tersebut, Pemkab Karimun berupaya memastikan bahwa hari pertama siswa menginjakkan kaki di sekolah menengah diwarnai oleh pengalaman yang menyenangkan, inklusif, dan membangun kepercayaan diri, bukan kecemasan.
Lebih jauh, Wakil Bupati memaparkan visi makro mengenai korelasi antara kualitas ruang kelas hari ini dengan posisi geopolitik ekonomi Karimun di masa depan.
Menurutnya, pendidikan bukan sekadar urusan transfer ilmu pengetahuan, melainkan pilar utama dalam membangun fondasi daerah yang kompetitif.
“Hari ini adalah momentum krusial, sebuah awal dari cetak biru perjalanan baru bagi anak-anak kami. Setelah libur panjang, mari kita pasang niat dan instal semangat baru untuk mengukir prestasi. Jadikan sekolah ini laboratorium terbaik untuk menuntut ilmu, membentuk karakter yang berakhlak mulia, sekaligus mengasah potensi diri,” paparnya.
Di tengah dinamisnya tantangan regional, investasi pada karakter anak didik dinilai sebagai langkah strategis jangka panjang.
Bagi Pemkab Karimun, melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual harus berjalan beriringan dengan pematangan moralitas dan ketahanan mental, yang semuanya diinisiasi sejak hari pertama MPLS bergulir. [Nov]





