KARIMUN | WARTA RAKYAT – Di tengah derasnya arus modernisasi, upaya menjaga nilai-nilai spiritualitas dan mencetak generasi muda yang berkarakter Qurani terus menjadi prioritas di beranda kepulauan Nusantara.
Langkah nyata ini kembali tecatat di Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, melalui perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat desa.
Kegiatan yang sarat akan nilai religius ini mendapat dukungan penuh dari PT TIMAH (Persero) Tbk, sebuah langkah nyata dari korporasi dalam memperkuat syiar Islam sekaligus mempererat simpul ukhuwah islamiyah di wilayah operasional perusahaan.
Bagi masyarakat lokal, MTQ bukan sekadar seremoni tahunan atau kompetisi olah vokal ayat suci. Lebih dari itu, ajang ini merupakan kawah candradimuka untuk menjaring talenta terbaik qari dan qariah yang diproyeksikan membawa nama harum desa ke tingkat kecamatan,
kabupaten, hingga kancah nasional.
Tahun ini, sebanyak 64 peserta unjuk kemampuan dalam berbagai cabang prestisius, mulai dari tartil, tilawah, syarhil, fahmil, hingga seni kaligrafi (khattil Quran).
“Kami sangat bersyukur atas perhatian PT TIMAH yang secara konsisten berpartisipasi dalam menyukseskan MTQ Desa Sawang Laut. Bantuan yang diberikan sangat bermanfaat dan menjadi motor penggerak kelancaran penyelenggaraan kegiatan tahun ini,” ujar Kepala Desa Sawang Laut, Jefrizal.
Dukungan PT TIMAH Tbk dalam MTQ ini merefleksikan bahwa kehadiran BUMN tidak hanya berfokus pada aspek ekstraktif ekonomi, melainkan juga menyentuh akar rumput pembangunan manusia. Namun, kontribusi PT TIMAH di Desa Sawang Laut tidak berhenti pada mimbar tilawah.
Jefrizal membeberkan bahwa sinergi yang terbangun antara korporasi dan warga telah masuk ke fase pemberdayaan masyarakat yang komprehensif dan berkelanjutan. Kolaborasi multi-sektor ini mencakup aspek ekonomi, lingkungan, hingga ketahanan pangan lokal, di antaranya sektor maritim dan pangan, pemberdayaan perempuan, ekonomi kreatif, kelestarian lingkungan, identitas budaya.
“Sinergi PT TIMAH dengan masyarakat Desa Sawang Laut terjalin dengan sangat baik dan berjalan secara berkelanjutan. Kedekatan ini telah menciptakan ikatan emosional yang kuat dengan masyarakat,” tambah Jefrizal.
Menatap arah kolaborasi ke depan, Pemerintah Desa Sawang Laut berharap kemitraan strategis ini dapat merambah lebih dalam ke sektor pendidikan formal. Fokus utamanya adalah memutus rantai kemiskinan melalui investasi kualitas sumber daya manusia (SDM).
Salah satu aspirasi besar yang mengemuka adalah pem pemenuhan akses pendidikan tinggi bagi generasi muda berprestasi namun memiliki keterbatasan finansial.
“Kami berharap ke depan semakin banyak program yang dapat mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk hadirnya program beasiswa bagi putra-putri berprestasi dari desa kami agar mereka dapat menggapai cita-citanya ke perguruan tinggi,” pungkas Jefrizal optimis.
Melalui integrasi antara penguatan karakter spiritual via MTQ dan program kemandirian ekonomi, kolaborasi antara PT TIMAH Tbk dan Desa Sawang Laut menjadi role model bagaimana korporasi dan masyarakat dapat tumbuh bersama, merawat tradisi, sekaligus mengonstruksi masa depan yang lebih inklusif.






