POPDA X Kepri: Eksplorasi Emas Pencak Silat Bawa Karimun Lampaui Target dan Rekor Masa Lalu

Atlet cabor Pencak Silat Kabupaten Karimun yang berlaga di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) X Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

KARIMUN | WARTA RAKYAT – Momentum emas tampaknya benar-benar berpihak pada Kontingen Kabupaten Karimun jelang penutupan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) X Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang dijadwalkan berakhir pada Rabu (8/7/2026).

Bertindak sebagai tuan rumah, Karimun sukses menunjukkan grafik performa yang impresif dan prestisius.

Bacaan Lainnya

Hingga Selasa malam (7/7/2026), Kabupaten Karimun secara akumulatif telah mengunci 6 medali emas.

Catatan ini resmi melampaui pencapaian total medali emas mereka pada edisi POPDA IX Kepri 2024 lalu, di mana kala itu Karimun tertahan di peringkat ke-5 dengan koleksi 4 emas, 6 perak, dan 18 perunggu.

Lompatan performa ini menjadi sinyal kuat runtuhnya dominasi peta kekuatan lama olahraga pelajar di Kepri.

Langkah heroik Karimun di awal kompetisi dibuka oleh cabor Sepak Takraw Putri.

Melalui kombinasi solid dari Amidah Tulhikmah, Siti Usnul Khotimah, Safa Gi Handini, Jessica Permata Dewi, dan Mustika, mereka sukses menyumbangkan medali emas pertama sekaligus membuka keran optimisme kontingen tuan rumah.

Estafet kejayaan tersebut kemudian diteruskan secara masif oleh cabang olahraga Pencak Silat pada Selasa (7/7/2026).

Bertanding di Lapangan Futsal Sedayu Mart Karimun, korps pesilat Karimun tampil digdaya dengan menyapu bersih 5 medali emas terbaru.

Tiga emas di antaranya lahir dari performa spartan para pesilat di kategori Tanding dan Jurus Tingkat Remaja (Junior) Putra dan Putri atas nama, Muhammad Ridho Afrialdi, Erhidayat, dan
Arum Anggrainy.

Dominasi seni bela diri Karimun kian tak terbendung setelah pesilat putri, Wan Adenaya Gayatry, yang turun di kategori Tunggal Putri meraih podium tertinggi secara elegan.

Keberhasilan ini disempurnakan oleh kekompakan trio, Ravina Indriani, Syifa Nuraini, dan Aisya Edelweis Munandar, yang sukses mengamankan medali emas di kategori Regu Putri.

Selain dominasi emas, cabor Pencak Silat juga mempertebal pundi-pundi medali Karimun dengan menyumbangkan 2 medali perak dan 9 medali perunggu.

Potret keberhasilan Karimun tidak hanya tersaji di gelanggang silat. Pada hari yang sama, Selasa (7/7/2026), lintasan kolam renang turut bergolak.

Perenang putri andalan Karimun, Auria Riskya Susanti, sukses menyabet medali perak di nomor bergengsi 200 Meter Gaya Dada Putri lewat catatan waktu yang kompetitif.

Daya juang cabang olahraga renang Karimun dilengkapi dengan raihan 3 medali perunggu yang masing-masing dipersembahkan oleh, Arkhan Dzaky Rianto (Nomor Gaya Ganti 200 Meter Putra), Joelynn Kang (Nomor 50 Meter Gaya Punggung Putri), Al-Qori Ramadhan, Zuhaidi Apriyansyah, Aidil Arafat, dan Faiz Fadhluraman (Nomor Estafet 4×100 Meter Bebas Putra).

Dengan total sementara 6 medali emas yang sudah dikantongi menjelang hari terakhir kompetisi, Karimun tidak hanya sukses memperbaiki rapor dari edisi 2024, tetapi juga berhasil membuktikan kapasitasnya dalam hal pembinaan atlet usia dini yang tersentralisasi.

Satu hari tersisa pada Rabu (8/7/2026) akan menjadi pembuktian final. Namun bagi Karimun, keberhasilan melampaui torehan masa lalu sebelum kompetisi resmi ditutup adalah sebuah kemenangan moral yang bernilai tinggi. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses