KARIMUN | WARTA RAKYAT – Pemerintah Kabupaten Karimun menyatakan kesiapan penuh untuk bertindak sebagai tuan rumah gelaran Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) X Provinsi Kepulauan Riau 2026.
Hajatan olahraga bergengsi tingkat regional tersebut akan resmi dibuka pada Kamis, 2 Juli 2026 mendatang di Panggung Rakyat Putri Kemuning Coastal Area ini dipastikan akan dihadiri langsung oleh Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad.
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam menyukseskan perhelatan ini, Pemerintah Kabupaten Karimun telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 3 miliar.
Anggaran tersebut dikelola secara cermat guna memastikan seluruh sarana, prasarana, dan teknis pelaksanaan berjalan dengan standar tertinggi.
Lebih dari 1.243 kontingen dari tujuh kabupaten/kota se-Provinsi Kepri yakni Karimun, Batam, Tanjungpinang, Bintan, Lingga, Natuna, dan Anambas—akan memadati Bumi Berazam untuk memperebutkan gelar juara.
Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, menegaskan bahwa kebijakan pengalokasian anggaran ini merupakan sebuah investasi strategis yang dihitung secara matang.
Menurutnya, keterbatasan anggaran daerah tidak boleh menjadi penghalang untuk memberikan performa terbaik bagi kemajuan olahraga sekaligus pemulihan ekonomi masyarakat.
“Kebijakan fiskal yang kita ambil dalam mendukung POPDA X Kepri ini didasarkan pada kalkulasi ekonomi yang visioner. Benar bahwa kemampuan keuangan daerah kita memiliki keterbatasan, namun event ini tidak boleh dipandang sekadar sebagai agenda olahraga, melainkan sebuah stimulus ekonomi daerah,” ujarnya.
Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers persiapan Karimun sebagai tuan rumah POPDA X Provinsi Kepri, di Rumah Dinas Bupati Karimun, Sabtu (27/6). Turut hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Rocky M Bawole, Sekda Karimun Djunaidy dan Kadispora Usman.
Bupati Iskandarsyah memproyeksikan, dengan estimasi kehadiran minimal 1.500 tamu termasuk atlet, pelatih, ofisial, dan perangkat pertandingan selama 8 hari penuh, perputaran uang di Karimun berpotensi besar menembus angka Rp 4,5 miliar.
“Jika satu orang menghabiskan rata-rata Rp 3 juta selama masa kompetisi 8 hari ini, maka ada potensi perputaran modal segar sebesar Rp 4,5 miliar yang langsung mengalir ke kantong masyarakat Karimun. Ini adalah efek domino positif yang nyata bagi sektor pariwisata, akomodasi, transportasi, dan pelaku UMKM lokal kita,” tambahnya.
Demi mencapai target kesuksesan ganda, sukses penyelenggaraan dan sukses ekonomi, Bupati Iskandarsyah menginstruksikan kepada seluruh jajaran panitia dan perangkat daerah untuk menjadi tuan rumah yang inklusif dan profesional dalam memfasilitasi seluruh kebutuhan delegasi sesuai kesepakatan.
Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat Karimun untuk hadir meramaikan venue pertandingan guna memberikan dukungan moral bagi para atlet yang berlaga.
Di sisi lain, menyikapi momentum lonjakan kunjungan ini, Bupati memberikan pesan tegas dan berwibawa kepada para pelaku usaha di Kabupaten Karimun agar tetap menjaga etika bisnis dan tidak memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan sesaat.
“Saya mengimbau dengan sangat kepada seluruh pelaku industri hospitality, pemilik hotel, pengemudi taksi, pelaku usaha kuliner, hingga pelaku UMKM untuk bersama-sama menjaga reputasi dan martabat Kabupaten Karimun. Jangan ada praktik aji mumpung dengan menaikkan harga secara tidak wajar. Tetapkan tarif dan harga yang adil serta sesuai standar mutu pelayanan. Pengalaman berkesan, rasa aman, dan kenyamanan yang dibawa pulang oleh para tamu kita hari ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan pariwisata Karimun,” pungkas Ing Iskandarsyah. (Nov)






