KARIMUN | WARTA RAKYAT — Pemerintah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, mengambil langkah strategis dalam mengoptimalkan tata ruang wilayah demi memacu pertumbuhan ekonomi daerah.
Langkah ini diwujudkan melalui audiensi resmi bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Delegasi Pemkab Karimun dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karimun, Ir. Raja Machrizal.
Agenda utama pertemuan tingkat tinggi ini adalah memaparkan urgensi serta justifikasi di balik Peninjauan Kembali (PK) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Karimun.
Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, menegaskan bahwa koordinasi langsung dengan transparansi penuh ini sangat krusial untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan regulasi nasional.
“Pertemuan dengan Kementerian ATR/BPN ini bertujuan untuk menyampaikan alasan substantif dilakukannya peninjauan kembali RTRW. Kami juga melakukan konsultasi intensif mengenai tahapan PK hingga proses revisi RTRW Kabupaten Karimun ke depan,” ujar Rocky.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas PUPR Karimun, Ir. Raja Machrizal, menjelaskan bahwa langkah penataan ulang ini merupakan fondasi vital bagi kepastian hukum pemanfaatan ruang di daerah.
Penyesuaian tata ruang dinilai menjadi kunci utama dalam merespons dinamika pembangunan yang bergerak cepat.
“Kami ingin memastikan tersedianya ruang yang representatif di Kabupaten Karimun. Pemanfaatan ruang yang adaptif ini menjadi pilar utama dalam mendukung masuknya investasi serta menjamin pembangunan yang berkelanjutan,” kata Raja Machrizal.
Melalui sinergi yang terbangun bersama Kementerian ATR/BPN, Pemkab Karimun optimistis iklim investasi di Bumi Berazam akan semakin kompetitif tanpa mengesampingkan aspek kelestarian lingkungan.
“Kita berharap melalui kegiatan ini proses peninjauan kembali RTRW dapat berjalan dengan baik dan akuntabel. Dengan begitu, pemanfaatan ruang di Kabupaten Karimun tetap tertib, selaras, serta mampu mengakselerasi peningkatan investasi daerah secara signifikan,” pungkasnya. (Nov)






