KARIMUN | WARTA RAKYAT – Komitmen membangun kekuatan ekonomi berbasis potensi maritim mengantarkan Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, meraih pengakuan di tingkat nasional melalui CNN Award 2026 kategori Excellence in Maritime Investment and Regional Economic Development.
Penghargaan tersebut diserahkan pada Jumat (6/11/2026), di Ballroom Dua Mutiara, JW Marriott Mega Kuningan, Jakarta.
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas konsistensi Pemerintah Kabupaten Karimun dalam mendorong investasi maritim dan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi daerah.
Sebagai wilayah kepulauan yang berada di kawasan strategis perbatasan Indonesia, Karimun memiliki potensi besar di sektor kelautan, perikanan, industri galangan kapal, kepelabuhanan hingga perdagangan.
Potensi tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam membuka ruang investasi, menciptakan lapangan kerja, dan memperluas kesejahteraan masyarakat.
Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan semata-mata pencapaian pribadi, melainkan hasil dari kerja bersama seluruh elemen yang terus mendorong kemajuan daerah.
“Penghargaan ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Karimun. Namun, yang paling penting bukan penghargaan yang kita raih, melainkan bagaimana komitmen membangun daerah ini benar-benar memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Iskandarsyah.
Bupati menegaskan, Karimun memiliki modal besar untuk berkembang sebagai kawasan ekonomi maritim.
Karena itu, penguatan investasi, optimalisasi potensi kelautan, serta penciptaan iklim usaha yang kondusif akan terus menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Karimun memiliki potensi maritim yang luar biasa. Kita ingin potensi ini tidak hanya menjadi keunggulan geografis, tetapi mampu dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Raihan CNN Award 2026 sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kepercayaan terhadap potensi investasi Karimun di tingkat nasional.
Bupati Ing Iskandarsyah menyebutkan, penghargaan ini bukan garis akhir. Tantangan sesungguhnya adalah memastikan pengakuan tersebut berbanding lurus dengan realisasi investasi, terbukanya lapangan pekerjaan, dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
“Dari pengakuan nasional menuju pembuktian pembangunan. Karimun kini ditantang mengubah potensi maritim menjadi kekuatan ekonomi yang berdaya saing,” pungkasnya. (Nov)






